Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Desember 2025 | 23.18 WIB

8 Dampak Buruk Menginjak Pedal Gas Sembarangan yang Harus Diketahui Pengemudi

Ilustrasi pedal gas mobil. (Auto2000)

 

JawaPos.com - Menginjak pedal gas memang terlihat sepele, tetapi kebiasaan ini ternyata memiliki pengaruh besar terhadap kondisi mobil dan keselamatan berkendara. Banyak pengemudi tanpa sadar menginjak gas terlalu dalam, terlalu sering, atau tidak sesuai kebutuhan saat berkendara sehari-hari.

Padahal, ada teknik menginjak pedal gas yang benar agar mobil tetap efisien, nyaman, dan aman digunakan. Jika kebiasaan menginjak pedal dilakukan secara sembarangan, berbagai dampak negatif bisa muncul, mulai dari pemborosan hingga risiko kecelakaan. 

Berikut 8 dampak buruk yang perlu kamu pahami agar tidak mengalaminya sendiri seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

 1. Konsumsi Bahan Bakar Jadi Lebih Boros

Salah satu dampak paling terasa dari kebiasaan menginjak pedal gas sembarangan adalah meningkatnya konsumsi bahan bakar. Baik mobil manual maupun matic sama-sama berisiko mengalami pemborosan jika gas sering ditekan berlebihan.

Ketika kamu menginjak pedal gas terlalu dalam atau tidak konsisten, mesin akan bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Akibatnya, kebutuhan bahan bakar meningkat dan pengeluaran untuk membeli bensin pun menjadi lebih besar dari biasanya.

 2. Kampas Rem Lebih Cepat Aus

Menginjak gas secara asal-asalan sering kali membuat kamu harus lebih sering mengerem secara mendadak atau keras. Kondisi ini berdampak langsung pada kampas rem yang akan lebih cepat menipis dan aus.

Selain membuat kampas rem harus diganti lebih cepat, penggunaan rem yang berlebihan juga bisa menyebabkan sistem pengereman menjadi panas. Jika dibiarkan, efektivitas rem dalam memperlambat laju kendaraan bisa menurun dan berisiko mengganggu keselamatan berkendara.

 3. Risiko Mesin Mengalami Overheating

Tidak hanya sistem rem, mesin mobil juga bisa terdampak akibat kebiasaan menginjak pedal gas berlebihan. Mesin yang terus dipaksa bekerja keras berisiko mengalami peningkatan suhu secara berlebihan atau overheating.

Overheating terjadi karena beban kerja mesin meningkat dan sistem pendinginan tidak mampu mengimbangi panas yang dihasilkan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu kerusakan serius hingga membuat mesin mati secara tiba-tiba di tengah perjalanan.

 4. Komponen Mobil Lebih Cepat Rusak

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore