
Ilustrasi ban mobil pecah di jalan tol
JawaPos.com - Ban mobil yang tiba-tiba pecah di jalan bukan cuma bikin kaget, tapi juga bisa memicu kecelakaan serius. Banyak pengemudi mengira masalah ban hanya soal keausan, padahal ada berbagai faktor lain yang diam-diam melemahkan ban setiap hari tanpa kamu sadari.
Mulai dari tekanan udara yang salah, kebiasaan membawa muatan berlebih, hingga kondisi jalan yang buruk, semua bisa jadi pemicu ban pecah sewaktu-waktu. Memahami penyebabnya bikin kamu bisa mencegah risiko sejak awal dan menjaga perjalanan tetap aman.
Berikut 7 penyebab ban mobil kamu gampang pecah seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Tekanan Udara Tidak Sesuai Standar
Tekanan udara yang tidak sesuai anjuran pabrikan merupakan penyebab paling sering ban mudah rusak. Banyak pengemudi yang malas memeriksa tekanan angin, padahal tekanan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi sama-sama membahayakan.
Kamu sebaiknya rutin mengecek tekanan ban setidaknya seminggu sekali atau sebelum perjalanan jauh dan mengikuti angka rekomendasi yang biasanya tertera pada pintu pengemudi atau buku manual.
2. Tekanan Udara Terlalu Rendah
Saat tekanan ban terlalu rendah, ban bekerja lebih berat karena permukaan kontak dengan jalan meningkat. Gesekan yang besar membuat ban cepat panas, dinding ban melemah, dan akhirnya bisa pecah mendadak. Selain berbahaya, ban kurang angin juga bikin mobil terasa lebih berat dan boros bahan bakar.
3. Tekanan Udara Terlalu Tinggi
Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi membuat ban terasa keras dan area tapaknya menjadi lebih kecil. Kondisi ini membuat ban lebih rentan tertusuk benda tajam atau rusak saat menghantam lubang jalan. Dinding ban juga menanggung tekanan lebih besar sehingga lebih mudah rusak ketika terkena benturan.
4. Kondisi Ban Sudah Aus atau Usia Terlalu Tua
Meskipun tampak masih bagus, ban punya batas usia pakai sekitar 3-5 tahun. Ketika melewati masa itu, struktur karet akan lebih keras, retak, dan tidak lagi elastis. Ban yang sudah aus, tapaknya menipis, muncul retakan, terasa licin, atau membuat mobil bergetar adalah tanda-tanda bahwa ban sudah tidak layak dipakai. Mengabaikannya bisa meningkatkan risiko pecah ban kapan saja.
5. Beban Mobil Terlalu Berlebih
Mengangkut barang atau penumpang melebihi kapasitas kendaraan memberi tekanan ekstra pada ban. Ban jadi bekerja lebih keras dan panas lebih cepat, meningkatkan kemungkinan pecah. Setiap ban punya batas beban maksimum yang bisa dilihat pada kode Load Index. Kalau kamu sering bawa muatan berat, pilih ban dengan Load Index lebih tinggi dan jangan abaikan kapasitas muatan mobil yang tercantum di buku manual.
6. Ban Menghantam Lubang Jalan atau Benda Keras
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022