
Salah satu tipe baterai yang digunakan mobil listrik dari Chery. (Nanda/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemilihan baterai menjadi salah satu faktor penting dalam performa sebuah mobil listrik. Setiap teknologi baterai menawarkan karakteristik berbeda, mulai dari efisiensi energi, daya tahan, hingga biaya produksinya.
Itulah sebabnya pabrikan otomotif punya preferensi masing-masing dalam menentukan jenis baterai yang paling cocok untuk model kendaraan mereka.
Di pasaran, berbagai tipe baterai digunakan, dari teknologi lama seperti Sealed Lead Acid hingga inovasi modern seperti solid-state. Bahkan baterai lithium-ion menjadi standar umum pada mobil listrik massal, mulai dari kelas terjangkau seperti Wuling Air EV hingga model premium seperti Toyota bZ4X.
Berikut ulasan berbagai jenis baterai listrik yang perlu kamu ketahui seperti dirangkum dari laman mgmotor.id!
1. Nickel-metal Hydride (NiMH)
Baterai NiMH bekerja dengan menyimpan energi melalui reaksi hidrogen yang dipadukan dengan nikel dan berbagai logam lain. Teknologi ini telah lama menjadi andalan pada kendaraan hybrid (HEV), seperti beberapa model Toyota Hybrid generasi awal.
Proses pengisian baterai biasanya dipengaruhi oleh putaran mesin dan sistem pengereman regeneratif. Meski bukan pilihan utama untuk mobil listrik murni, baterai NiMH terkenal stabil dan memiliki ketahanan yang baik dalam penggunaan jangka panjang.
2. Sealed Lead Acid (SLA)
Jenis SLA merupakan baterai isi ulang yang sudah dipakai sejak lama dan dikenal karena harganya yang ekonomis, meski bobotnya cukup berat. Dalam konteks kendaraan listrik modern, baterai ini jarang dipakai sebagai sumber tenaga utama.
Namun, sejumlah kendaraan menggunakan SLA sebagai penyimpanan daya tambahan atau sistem cadangan, misalnya untuk menyalakan perangkat elektronik non-utama. Teknologi ini tetap relevan karena perawatannya mudah dan tahan terhadap perubahan suhu.
3. Baterai Solid-State
Solid-state adalah teknologi yang menggunakan elektrolit padat, bukan cair, sehingga membuat baterai lebih aman dan berpotensi menawarkan kapasitas besar dalam ukuran lebih kecil. Walau konsepnya sudah lama ada, penerapan pada mobil listrik baru semakin berkembang beberapa tahun terakhir.
Produsen besar seperti Toyota turut melakukan pengembangan pada teknologi ini. Jika nanti dipakai luas, solid-state diprediksi mampu memberikan jarak tempuh lebih jauh dan proses pengisian lebih cepat dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
4. Baterai Nickel-cadmium (NiCd)
Teknologi NiCd memiliki keunggulan berupa umur pakai yang panjang dan ketahanan pada kondisi ekstrem. Namun, baterai ini mudah mengalami “memory effect” jika sering dikosongkan, sehingga performanya bisa menurun.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
