Rifat Sungkar
JawaPos.com-Kejadian kendaraan yang tiba-tiba mogok atau brebet setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU kini tengah viral di masyarakat. Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa kejadian tersebut diakibatkan oleh faktor bahan bakar semata.
Praktisi otomotif sekaligus pembalap reli nasional, Rifat Sungkar, menegaskan masalah ini tak hanya berpotensi disebabkan oleh bahan bakar. Terdapat alasan lain yang bisa saja membuat kendaraan mogok atau berebet.
“Yang bikin mobil berebet itu bukan hanya berpotensi dari satu tempat (BBM), tetapi ada juga yang namanya map sensor, CO2 sensor, busi, kabel busi, fuel regulator, fuel filter, sampai keadaan tanki. Jadi kita nggak bisa terlalu stereotip untuk nge-judge penyakitnya datangnya dari bahan bakarnya aja, belum tentu, karena ini kombinasi dari seluruhannya,” kata Rifat saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (31/10).
Demi menghindari mogoknya kendaraan, pria yang kini juga menjabat sebagai wakil ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) bidang Mobilitas itu menekankan pentingnya perawatan kendaraan secara berkala. Tak hanya berfokus pada servis 100 ribu kilometer saja, melainkan servis keseluruhan pada masing-masing komponen kendaraan bermotor.
“Servisnya pelan-pelan di masing-masing (komponen), (saat) itu pun juga ada sparepart yang harus diganti. Bahkan sampai kalau filter udaranya pun terlalu kotor, kendaraan tuh bisa kayak rasanya dicekek, tenaganya tuh bisa nggak keluar, Karena terlalu padat, pemadatan dari debu yang ada di filter udara,” jelas suami dari aktris Sissy Prescillia itu.
Dengan hal ini, dia menekankan agar pengendara tak selalu menyalahkan BBM yang menjadi biang kerok kendaraan jadi mogok atau brebet. Terlebih, perawatan kendaraan menjadi tanggung jawab pemilik dan harus dilakukan secara berkala.
Di sisi lain, Rifat menjelaskan bahwa sejatinya bahan bakar tak akan bersinggungan langsung pada komponen logam yang dilintasi di dalam kendaraan. Pasalnya, pasti ada pelapis yang melindungi komponen logam tersebut.
“Benda-benda yang berurusan dengan logam yang dilintasi oleh bensin atau oli gitu, kenapa bisa banyak yang bertahan? Karena ada pelapis di logam tersebut. Nggak ada tuh yang namanya besi dikotakin diisi bensin, nggak mungkin, pasti kehalangan. Jadi semuanya sudah ada pelapis,” tukas dia.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
