Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Oktober 2025 | 19.47 WIB

Alasan Towing Gendong Makin Dilirik untuk Evakuasi Kendaraan Rusak di Jalan Tol

Towing Suzuki bantu evakuasi mobil yang terendam banjir Jabotabek. (Istimewa) - Image

Towing Suzuki bantu evakuasi mobil yang terendam banjir Jabotabek. (Istimewa)

JawaPos.com - Bagi yang sering melintas di jalan tol, tidak asing jika melihat ada mobil mogok atau berhenti mendadak karena mesinnya mati. Dalam situasi seperti itu, pengemudi atau penumpang mobil rusak itu kerap panik. Apalagi di dalam mobil itu ada anak-anak atau orang tua yang ikut perjalanan.

Berdasara data Korlantas Polri, rata-rata terjadi sekitar 8.000 kecelakaan lalu lintas setiap bulan di jalan tol Indonesia. Sebagian besar (sekitar 85 persen) dipicu faktor pengemudi, mulai dari kelelahan, kurang konsentrasi, hingga reaksi terlambat saat menghadapi situasi darurat. 

Selain itu, ribuan kendaraan juga mengalami gangguan teknis seperti mesin overheat, aki mati, hingga ban bocor setiap harinya. Namun, ketika kendaraan terhenti di tengah jalan tol, persoalan tidak berhenti di situ.

Keterbatasan armada derek resmi yang umumnya hanya tersedia di titik-titik tertentu membuat waktu tunggu bantuan bisa lama, terutama saat musim liburan.

Di tengah kondisi itu, muncul tren baru di kalangan pemilik mobil: menggunakan layanan towing dengan metode gendong (car carrier) ketimbang derek konvensional.

Perbedaan Towing Gendong dan Derek Biasa

Pada derek biasa, roda belakang atau depan kendaraan masih menyentuh aspal dan ikut berputar selama proses penarikan. Sementara pada towing gendong, mobil diangkat sepenuhnya ke atas truk datar, sehingga lebih aman untuk sistem suspensi, transmisi, dan bumper kendaraan.

Metode ini sangat dianjurkan untuk mobil bertransmisi otomatis, mobil listrik, maupun kendaraan berteknologi tinggi yang sensitif terhadap guncangan atau gesekan di jalan. Apalagi, mobil modern punya sistem kelistrikan yang kompleks. 

"Menariknya dengan derek konvensional bisa berisiko merusak transmisi atau sensor kendaraan,” ujar Ardyanto Alam, CEO Garasi.id, dalam keterangannya.

Selain membantu saat mogok di tol, layanan towing gendong juga jadi solusi aman bagi pemilik kendaraan yang terendam banjir. Data BNPB menunjukkan, banjir rutin terjadi di banyak wilayah Indonesia, dan kendaraan yang terendam berpotensi mengalami kerusakan serius pada sistem mesin dan kelistrikan.

Sayangnya, masih banyak pemilik mobil yang nekat mencoba menghidupkan kendaraan setelah air surut, padahal langkah ini bisa membuat kerusakan makin parah.

Dalam situasi ini, towing gendong bisa dikatakan pilihan paling aman dan bijak, karena mobil tidak dipaksa berjalan dan bisa langsung dibawa ke bengkel tanpa risiko tambahan.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan towing yang cepat dan aman, sejumlah platform digital kini menyediakan sistem pemesanan real-time 24 jam, yang bisa diakses lewat situs atau aplikasi pesan instan. 

Salah satunya adalah Towing Express dari Garasi.id, yang menghadirkan layanan towing gendong di berbagai kota besar hingga daerah pinggiran. "Situasi darurat tidak mengenal waktu, dan kami ingin memastikan pengguna kendaraan bisa mendapatkan bantuan dengan cepat dan mudah kapan saja," tambah Ardyanto.

Intinya, di tengah padatnya lalu lintas dan meningkatnya kepemilikan mobil pribadi, towing gendong kini bukan sekadar layanan premium, melainkan kebutuhan dasar bagi pengendara modern.

Selain melindungi kendaraan dari kerusakan tambahan, metode ini juga memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi waktu saat insiden tak terduga terjadi di jalan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore