ILUSTRASI: Etanol. (Pixabay)
JawaPos.com-Dalam upaya menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, etanol kini menjadi salah satu alternatif energi yang banyak digunakan di berbagai negara.
Di Indonesia, wacana penggunaan campuran bensin dan etanol (bioetanol) juga mulai mengemuka seiring dorongan menuju energi hijau dan berkelanjutan. Terlebih saat muncul kontroversi dugaan monopoli Pertamina terhadap SPBU swasta yang sedang mengemuka, memaksa mereka membeli BBM via Pertamina namun ternyata diketahui ada kandungan etanol pada BBM-nya.
Padahal perusahaan penyedia BBM swasta seperti BP, Vivo, dan Shell, sebelumnya meminta BBM jenis base fuel atau bahan bakar dasar. Tanpa campuran.
Ditambah, topik soal etanol mengemuka saat pemerintah malah mencanangkan seluruh BBM di Indonesia dicampur oleh 10 persen etanol. Hal tersebut dilontarkan oleh Kementerian ESDM.
Jadilah kontroversi. Di balik potensi lingkungan yang menjanjikan, penggunaan etanol dalam bahan bakar kendaraan masih menimbulkan pro dan kontra, terutama terkait dampaknya terhadap performa mesin dan umur kendaraan.
Keunggulan Etanol: Ramah Lingkungan dan Lebih Efisien
Mengutip berbagai sumber seperti How Stuff Works, Car From Japan dan sumber lainnya, memang ada dampak baik dan buruk pada penggunaan etanol. Misal, secara teknis, etanol memiliki angka oktan lebih tinggi dibanding bensin biasa.
Artinya, bahan bakar ini mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan performa mesin, selama digunakan pada kendaraan yang dirancang untuknya.
Selain itu, etanol berperan sebagai oksigenat alami dalam proses pembakaran. Hal ini membuat gas buang kendaraan lebih bersih dan membantu pabrikan memenuhi standar emisi yang semakin ketat.
Tak kalah penting, etanol merupakan bahan bakar terbarukan yang berasal dari tanaman seperti tebu, jagung, atau singkong. Sumber daya ini membuat etanol dinilai lebih sustainable dibanding bensin berbasis minyak bumi.
Risiko Etanol: Tidak Cocok untuk Semua Mesin
Meski menawarkan banyak manfaat, etanol bukan tanpa kelemahan. Kandungan energi per liter etanol lebih rendah dibanding bensin, sehingga kendaraan cenderung mengalami penurunan efisiensi bahan bakar atau konsumsi BBM yang lebih boros.
Etanol juga memiliki sifat menyerap air (higroskopis). Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat menyebabkan pemisahan bahan bakar di tangki, korosi, hingga kerusakan pada komponen logam dan karet, terutama pada kendaraan berusia tua.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
