VP Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto (tengah). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com-Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah merilis data penjualan mobil hingga Agustus 2025. Pada periode tersebut, Xpeng sukses mencatatkan penjualan retail sales sebanyak 177 unit.
Melihat hal ini, VP Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto, menjelaskan, bahwa komposisi penjualan produsen otomotif asal Tiongkok ini masih didominasi oleh varian flagship yakni X9.
“Komposisi penjualannya masih banyak yang didominasi oleh X9 ya, memang sebagai flagshipnya. Kalau komposisinya mungkin masih 80 persen masih lari ke X9,” kata Hari pada sela-sela acara Test Drive Xpeng G6 Pro di Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/9).
Hari mengungkapkan, teruntuk sisanya diisi oleh G6 versi standar yang telah diluncurkan bersama dengan X9. “Sisanya larinya ke G6, terutama yang kita punya saat ini kan masih G6 yang standar. Jadi mudah-mudahan menjawab ya,” jelasnya.
Teruntuk model G6, meskipun nantinya akan ada varian Pro, Xpeng memastikan akan tetap menghadirkan varian G6 standar. Hal ini demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menggunakan SUV dengan karakter berbeda.
“Jadi sampai saat ini kami masih menjual keduanya, masih tersedia di dealership kami. Cuman memang kalau di G6 Pro ini kan kita pengen melakukan CKD mengikuti anjuran pemerintah, supaya industri dalam negerinya tumbuh kemudian juga ada nilai tambah,” ungkap Hari.
Teruntuk harga, Hari mengungkapkan tidak akan ada perubahan. Meskipun belum membeberkan harga pasti, G6 Pro masih diestimasikan di angka Rp 619.000.000, sedangkan G6 standar berada di angka Rp 599.000.000.
“Jadi ini yang membedakan keduanya dan kenapa keduanya sama-sama hadir. Ini memberikan opsi yang lebih banyak, mana yang suka teknologi terbaru yang disebutkan tadi,” tutupnya.
Sementara itu, teruntuk penjualan mobil secara keseluruhan, berdasarkan data Gaikindo total penjualan wholesales sepanjang Januari-Agustus 2025 tercatat 500.951 unit, turun 10,6 persen dibanding periode yang sama pada 2024 yang mencapai 560.552 unit.
Sama halnya dengan itu, penjualan retail di periode yang sama juga melemah 10,7 persen menjadi 522.161 unit, dari sebelumnya 584.847 unit pada Januari-Agustus 2024. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
