Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 15.38 WIB

Mengenal Proses Pre-Delivery Inspection, Langkah-Langkah Pengecekan Sebelum Sepeda Motor Dikirim ke Konsumen

 

Teknisi sedang melakukan proses Pre-Delivery Inspection. (Agfi Sagittian/Jawa Pos)

JawaPos.com-Dalam memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara untuk konsumen, pabrikan otomotif roda dua, PT Astra Honda Motor (AHM) beserta seluruh jaringannya, memastikan kualitas sepeda motor  prima sebelum sampai di tangan konsumen.

 Salah satu cara untuk memastikan kualitas produk terbaik adalah melalui Pre-Delivery Inspection (PDI). Dalam proses ini, beberapa fungsi sepeda motor dicek sebelum dikirim ke konsumen, antara lain:

1. Pemeriksaan Oli

Sebagai bagian terpenting untuk menjaga kualitas mesin yang optimal, pengecekan oli menjadi hal yang paling utama. Hal ini dilakukan dengan melihat ketersediaan oli melalui kepala dipstick. Selain itu, juga diperlukan pengecekan area drain bolt untuk memastikan tidak ada kebocoran.

2. Sistem Kelistrikan

Secara mendasar ada 4 hal yang dicek, yakni fungsi kunci kontak atau Honda Smart Key, fungsi kunci stang, fungsi seat opener, dan fungsi electric starter. Selain itu, pengecekan terhadap digital panel meter juga dilakukan mencakup fungsi pompa bahan bakar, indikator speedometer, lampu sein kiri dan kanan, headlamp, lampu rem, pencahayaan pada plat nomor, klakson, power outlet socket untuk melakukan daya isi pada gawai, fungsi standar samping, dan lampu indikator Malfunction Indicator Lamp (MIL). 

 
3. Cara Kerja Tuas Gas

Hal pertama yang dicek ialah kelancaran kerja tuas gas, di mana tuas gas akan otomatis bergerak kembali saat dilepas. Pengecekan juga dilakukan untuk melihat kesesuaian posisi stang kemudi saat menghadap kiri maupun kanan atau berada di tengah, sesuai dengan standar jarak. Bila diperlukan pengecekan yang lebih detail, tim PDI Honda akan mengecek routing kabel yang berada di area pipa steering stem.

 
4. Sistem Pengereman

Pengecekan dilakukan dengan menegakkan sepeda motor menggunakan standar tengah. Setelah itu, dicek posisi stang hingga minyak rem di kaca reservoir, uji dengan menggerak-gerakan posisi stang. Apabila minyak rem berada dalam posisi terendah batas permukaan terendah, maka akan ditambahkan minyak rem hingga batas maksimum. Pemeriksaan juga dilakukan pada selang rem dan alat pemasangnya (fitting) terhadap kebocoran atau longgar. Penyesuaian jarak main handle rem belakang dilakukan dengan memutar mur penyetelan yang berada dekat roda belakang.

 
5. Pemeriksaan Roda dan Ban

Tim PDI Honda akan memastikan roda tidak mengeluarkan bunyi yang tidak biasa dengan memutarnya. Hal ini dilakukan dengan menggerakkan ban ke kanan dan ke kiri hingga maksimal serta menekannya untuk memastikan bearing tidak longgar. Pemeriksaan tekanan ban dilakukan saat berada dalam kondisi dingin dan memastikan pengerjaan sesuai dengan petunjuk pengisian angin pada ban. Tahap akhir, pemeriksaan dilakukan pada arah rotasi roda agar ban tidak oleng.

“Kenyamanan konsumen selalu menjadi fokus utama kami. Karena itu, sepeda motor Honda dipersiapkan dengan teliti sejak awal melalui PDI, agar saat diterima konsumen sudah dalam kondisi terbaik,” ujar Technical Service Capella Dinamik Nusantara Riau, Taufiq Abdul Rahman. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore