
Ilustrasi mobil yang diderek di jalan tol. (Freepik)
JawaPos.com-Fakta menunjukkan bahwa 85 persen kecelakaan disebabkan oleh faktor pengemudi. Mulai dari mengantuk, hilang konsentrasi, hingga kurangnya antisipasi.
Dengan rata-rata lebih dari 3,5 juta kendaraan melintasi jalan tol setiap harinya, risiko insiden teknis seperti mogok, ban bocor, hingga mesin yang tiba-tiba mati bukanlah hal yang jarang terjadi.
Kondisi ini semakin terasa ketika kapasitas armada derek resmi terbatas dan lebih sering hanya tersedia di titik-titik tertentu, seperti rest area atau gerbang tol utama.
“Kondisi darurat tidak mengenal waktu. Bisa saja terjadi tengah malam, di tengah perjalanan jauh, bahkan saat arus liburan ketika jutaan mobil bergerak bersamaan,” ujar Ardyanto Alam, CEO Garasi.id.
Keterbatasan infrastruktur darurat di jalan tol kerap membuat penanganan menjadi lambat. Padahal, data menunjukkan bahwa 85 persen kecelakaan di jalan tol disebabkan oleh faktor pengemudi, seperti kelelahan, kurang antisipasi, hingga hilangnya konsentrasi. Tak jarang, kendaraan akhirnya berhenti di tempat yang berbahaya dan menimbulkan risiko tambahan.
Dalam situasi itulah layanan derek darurat yang cepat dan fleksibel menjadi kebutuhan nyata. “Pengguna jalan membutuhkan solusi yang bisa diakses mudah, kapan saja, tanpa harus menunggu lama. Satu pesan cukup, dan bantuan segera datang,” kata Ardyanto menambahkan.
Layanan derek modern saat ini sudah mengusung sistem pemesanan real-time melalui kanal populer seperti WhatsApp atau website resmi penyedia jasa. Artinya, tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan maupun antre panjang. Cukup kirim lokasi, tim akan langsung memproses permintaan dan mengirimkan armada terdekat.
Jangkauan layanan pun tidak terbatas pada kota besar. Selama masuk dalam cakupan jaringan mitra, pengguna bisa mendapatkan pertolongan dengan cepat dan aman. Kehadiran mitra di berbagai wilayah membuat mobil mogok, mesin overheat, hingga kecelakaan ringan bisa segera ditangani.
Menariknya, kebutuhan derek tidak hanya terjadi saat insiden teknis biasa. Saat banjir melanda, misalnya, banyak kendaraan yang tak bisa dinyalakan kembali dan membutuhkan bantuan khusus untuk ditarik ke bengkel terdekat. “Dalam kondisi ekstrem seperti ini, derek darurat jadi penolong utama pemilik kendaraan,” jelas Ardyanto.
Pada akhirnya, layanan derek 24 jam bukan sekadar fitur tambahan, melainkan bagian penting dari ekosistem keselamatan berkendara. Kecepatan respon, kemudahan akses, dan jangkauan luas menjadi faktor penentu yang membuat pengemudi merasa lebih tenang di jalan. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
