Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 05.58 WIB

Qualcomm dan BMW Luncurkan Sistem Baru Bernama Snapdragon Ride Pilot Saingi ADAS

BMW meluncurkan sistem baru bernama Snapdragon Ride Pilot - Image

BMW meluncurkan sistem baru bernama Snapdragon Ride Pilot

JawaPos.com - Setelah gelombang inovasi dalam teknologi pengemudian otomatis (ADAS), Qualcomm bersama BMW meluncurkan sistem baru bernama Snapdragon Ride Pilot. Sistem ini ditujukan untuk memperkuat posisi keduanya di pasar bantuan pengemudi yang semakin kompetitif secara global.

Bahkan, teknologi ini sudah divalidasi di lebih dari 60 negara, dan akan diperluas ke 100+ negara pada tahun 2026. 

Snapdragon Ride Pilot akan tampil pertama kali di mobil listrik BMW iX3, menawarkan kemampuan seperti mengemudi bebas tangan (hands-free) di jalan tol, perubahan jalur otomatis, dan bantuan parkir.

Walaupun demikian, sistem ini bukanlah otomatisasi penuh tingkat 5, pengemudi tetap wajib mengawasi operasionalnya (Reuters).

1. Latar belakang dan kesempatan pasar

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan untuk sistem ADAS dan fitur otomasi kendaraan meningkat drastis, baik di kendaraan listrik maupun konvensional.

Kebutuhan akan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan berkendara mendorong produsen seperti BMW berkolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti Qualcomm. Qualcomm, yang selama ini dikenal sebagai raksasa chip smartphone, mencoba memperluas jangkauannya ke elektronik otomotif yang kini semakin kompleks.

2. Detail teknis Snapdragon Ride Pilot

- Fitur hands-free highway driving: kendaraan dapat berjalan tanpa input langsung dari pengemudi di jalan tol yang telah dipetakan atau sesuai infrastruktur jalan yang mendukung.

- Lane changes otomatis: sistem dapat mengubah jalur secara otomatis saat dibutuhkan, misalnya untuk mendahului atau menghindari hambatan, tetap dengan pengawasan pengemudi.

- Bantuan parkir otomatis: dari mencari ruang parkir hingga melakukan manuver parkir tanpa intervensi besar dari pengemudi.

Sistem validasi di 60 negara menunjukkan bahwa perangkat keras dan perangkat lunaknya telah disesuaikan dengan peraturan, kondisi jalan, dan protokol keselamatan yang berbeda di tiap negara (Reuters).

3. Peran pengemudi dan batasan

Meskipun menawarkan banyak fitur canggih, Ride Pilot tidak mencapai Level 5 otomatisasi penuh. Artinya, pengemudi tetap bertanggung jawab atas keadaan darurat dan situasi yang tak terduga. Kecepatan, sinyal lalu lintas, cuaca ekstrem, dan keadaan abnormal masih memerlukan intervensi manusia. 

4. Dampak bagi BMW, Qualcomm, dan industri otomotif

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore