Deretan unit mobil terparkir di pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/6/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com-Industri otomotif Indonesia kembali menghadapi tantangan serius. Meski penjualan mobil pada Agustus 2025 mencatat kenaikan tipis dibandingkan bulan sebelumnya, secara tahunan angkanya justru merosot tajam.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil ritel pada Agustus 2025 mencapai 66.478 unit, naik 5,7 persen dibandingkan Juli 2025 (62.922 unit). Sementara penjualan wholesales atau dari pabrikan ke dealer tercatat 61.780 unit, tumbuh 1,5 persen dibandingkan Juli yang sebesar 60.878 unit.
Namun jika dibandingkan Agustus 2024, gambaran pasar terlihat jauh lebih suram. Penjualan wholesales anjlok 19 persen dari 76.302 unit, sedangkan ritel turun 13,4 persen dari 76.806 unit.
Penurunan ini menandakan daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih, meskipun industri mencoba menggenjot penjualan melalui program promosi maupun pameran otomotif.
GIIAS 2025 Jadi Penopang, tapi Belum Cukup
Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menyebut kenaikan tipis penjualan pada Agustus sebagian besar terdorong oleh gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, yang rutin menjadi ajang transaksi sekaligus barometer tren otomotif nasional.
Meski demikian, Jongkie menegaskan bahwa euforia pameran tidak cukup untuk mengangkat industri secara berkelanjutan. “Kami berharap situasi ekonomi nasional bisa segera kondusif agar penjualan kembali normal. Tapi tanpa stimulus, target tahun ini sangat berat untuk tercapai,” ujarnya.
Target Penjualan Dikoreksi, Optimisme Melemah
Gaikindo sebelumnya mematok target penjualan mobil baru di angka 900 ribu unit sepanjang 2025. Namun melihat tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir, asosiasi itu mengakui target tersebut kemungkinan besar tidak bisa dicapai.
“Kami sedang mengkaji ulang target, karena kondisi pasar jelas belum sesuai harapan. Kalau tren negatif ini berlanjut, industri otomotif bisa kehilangan momentum yang seharusnya menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Jongkie.
Desakan Stimulus Fiskal: Belajar dari Pandemi
Dalam situasi yang semakin menekan, Gaikindo mendorong pemerintah kembali menggelontorkan insentif fiskal, salah satunya berupa keringanan PPnBM Ditanggung Pemerintah (DTP) yang terbukti efektif saat pandemi Covid-19.
Menurut Jongkie, kebijakan tersebut berhasil mendongkrak penjualan mobil secara drastis pada 2021–2022. Selain itu, meningkatnya volume penjualan justru memperbesar penerimaan negara dari pajak lain seperti PPN, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
