
Ilustrasi mesin dan dampak buruk penggunaan bensin dengan RON yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan (Pexels/Febri Laksono)
JawaPos.com - Peningkatan harga minyak bahan bakar (BBM) baru-baru ini telah menyebabkan berbagai kontroversi. Mereka menggunakan jenis bahan bakar yang berbeda yang harganya lebih murah untuk menghemat uang.
Banyak orang tidak memperhatikan hal ini, tetapi ini sangat penting. Bensin beroktan rendah dapat menyebabkan masalah bagi mobil Anda yang tidak diinginkan pabrikan.
Memilih bahan bakar terbaik untuk mobil sangat penting untuk menjaga mesin tetap sehat, menghemat bahan bakar, dan membuat mobil bekerja dengan baik.
Dengan memahami efek buruk bensin beroktan rendah, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk perawatan mobil kita. Ini beberapa efek buruk bensin beroktan rendah dan tidak sesuai pada mobil yang bisa muncul, dilansir melalui Hyundai dan Dokter Mobil.
1. Penurunan Performa Mesin
Oktan rendah tidak mampu menahan tekanan dan temperatur tinggi dalam ruang bakar modern, menyebabkan pengapian prematur dan mengganggu efisiensi tenaga. Disebutkan oleh Hyundai Indonesia bahwa mobil seperti Creta atau Stargazer tidak mampu tampil optimal jika bahan bakar digunakan tidak sesuai rekomendasi (minimal RON 92).
Dalam praktiknya, pengemudi akan merasakan laju kendaraan lebih loyo, akselerasi tertunda, dan kehilangan tenaga saat menanjak atau membawa beban berat menurunkan performa secara nyata dan membuat pengalaman berkendara tidak nyaman.
2. Konsumsi BBM Meningkat (Makin Boros)
Tenaga yang menurun membuat pengemudi cenderung menekan pedal gas lebih dalam atau sering menginjaknya untuk mendapatkan respons yang sama. Hyundai mencatat bahwa konsumsi BBM alami akan naik ketika mesin tidak bekerja optimal akibat oktan rendah.
Akibatnya, pengeluaran bahan bakar bulanan meningkat meski mobil tampak "hemat" di awal justru terjadi paradoks pada efisiensi ekonomi kendaraan.
3. Terjadinya Knockingdan Risiko Kerusakan Serius
BBM RON rendah rentan terhadap detonasi dini atau tekanan pembakaran yang tidak terkendali. Menurut ahli motor bakar ITB, Iman K Reksowardojo, fenomena ini dapat menyebabkan piston berlubang atau karbon tersangkut, hingga akhirnya menurunkan efisiensi dan memperparah emisi gas buang.
Dalam kondisi ekstrem, knocking bisa merusak kepala silinder atau ruang bakar, memicu perbaikan mahal dan menurunkan umur mesin secara signifikan.
4. Penumpukan Karbon dan Mesin Semakin Kotor
Pembakaran yang tidak sempurna karena oktan rendah akan menghasilkan endapan karbon di ruang bakar fenomena yang diidentifikasi oleh Hyundai sebagai penyebab mesin semakin kotor.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
