Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 16.16 WIB

Masih Ada yang Beli, Perusahaan Ini Pesan 100 Unit EV Neta di Tengah Isu Gonjang-Ganjing Keuangan

Mobil listrik Neta V-II bisa kelihatan bergaya dengan modal ganti velg. (Istimewa) - Image

Mobil listrik Neta V-II bisa kelihatan bergaya dengan modal ganti velg. (Istimewa)

JawaPos.com - Di tengah kabar miring mengenai kondisi finansialnya yang disebut-sebut berada di ujung tanduk, PT Neta Auto Indonesia tetap berupaya menunjukkan eksistensinya di pasar kendaraan listrik nasional. 

Perusahaan baru saja menjalin kerja sama dengan PT Luxury Trans Indonesia untuk pengadaan tambahan 100 unit mobil listrik Neta V-II dan Neta X.

Luxury Trans sebelumnya sudah memesan 50 unit Neta V-II pada ajang GJAW (Gaikindo Jakarta Auto Week) Desember 2024. Dengan tambahan ini, total armada Neta yang mereka operasikan mencapai 150 unit, yang sebagian besar akan digunakan untuk transportasi premium ramah lingkungan.

Dalam pernyataannya, pihak NETA menegaskan kerja sama ini menjadi bukti kepercayaan pasar terhadap produk mereka. “Pemesanan tambahan ini adalah langkah nyata mendukung mobilitas hijau di Indonesia,” ujar Irvan Mustafa, Head of Marketing PT Neta Auto Indonesia.

Alvin Zheng dari Luxury Trans menambahkan alasan pemilihan Neta didasari faktor efisiensi, kenyamanan kabin, serta harga yang relatif terjangkau dibanding kompetitor.

Namun, di balik seremoni ini, publik masih mempertanyakan masa depan Neta. Di tingkat global, perusahaan induk Neta (di bawah Hozon Auto) dikabarkan tengah menghadapi tekanan serius, termasuk isu arus kas yang melemah hingga rumor kebangkrutan. 

Hal ini memunculkan pertanyaan: seberapa berkelanjutan komitmen Neta di Indonesia?

Selain itu, meski langkah ekspansi melalui kemitraan dengan Luxury Trans patut diapresiasi, jika isu finansial global yang menimpa Neta semakin memburuk, maka konsumen dan mitra di Indonesia berisiko terkena dampaknya.

Sebab, industri otomotif, khususnya sektor kendaraan listrik, membutuhkan kepastian jangka panjang, baik dari sisi layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, hingga keberlangsungan operasional. Tanpa kejelasan, kerja sama besar seperti ini bisa menimbulkan keraguan bagi calon pembeli dan investor.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore