Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 21.56 WIB

BYD Berharap GIIAS 2025 Dapat Dongkrak Penjualan di Tengah Tren Penurunan Penjualan Pasar Otomotif

Mobil listrik BYD Atto 1 pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tren penjualan kendaraan roda empat pada pasar otomotif cenderung menurun pada 2025. Berdasar data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada Juni 2025 turun 22,6 persen dibandingkan Juni 2024 atau year-on-year (YoY). 

BYD salah satu pemain besar pada industri ini pun turut menyadari hal itu. Bahkan, perusahaan meminta para stakeholder terkait terus memberikan perhatian khusus untuk mengatasi penurunan penjualan.

“Contohnya dari sisi financial institution untuk adanya stimulus dari sisi pembelian keuangan, kemudian mungkin ada support program-program dari brand owner, itu mengeskalasi penjualan,” kata Head of Marketing, PR, & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.

Dia pun turut menyentil terkait insentif kendaraan yang diharapkannya bisa mendongkrak penjualan pada pasar otomotif, termasuk pola program kepemilikan kendaraan yang bisa saja dibuat menjadi lebih mudah.

Mobil listrik BYD Atto 1 pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

“Ini kan soal industri yang cukup padat modal, industri besar dan banyak turunannya, industri ini banyak turunannya, dari sisi after sales, dari sisi aksesoris, bahkan sampai ke media pun, media juga menjadi bagian dari ekosistem industri otomotif ini padat modal. Jadi kita harapkan memang ini segera recovery dan para stakeholders juga memiliki perhatian khusus,” ungkap dia.

Di samping itu, pihak BYD tak akan tinggal diam. Baru-baru ini meluncurkan produk yang terjangkau seperti Atto 1 yang membuat produsen otomotif asal Tiongkok ini turut berkontribusi terhadap perkembangan pasar.

“Ini paling nggak kita bisa men-trigger adanya peningkatan atau eskalasi jumlah penjualan, karena ini lebih terjangkau, apalagi ini EV. Jadi kita berkontribusi pada industri ini,” jelas dia.

Luther Panjaitan berharap GIIAS 2025 tetap bisa menjadi momen penting untuk mendongkrak penjualan di tengah prediksi yang mengungkap total penjualan pada 2025 tak akan lebih baik dari 2024.

Tidak hanya dari para stakeholder, setiap brand-maker juga akan berbuat hal-hal yang efektif untuk bisa memberikan hasil yang baik pada momen GIIAS kali ini.

“Jadi rasanya semua brand itu tidak akan tinggal diam, agar pencapaian di GIIAS ini jadi trigger lah, untuk penjualan satu tahun, karena brandnya makin banyak kan, mungkin mudah-mudahan membantu, pilihannya makin banyak, ada beberapa line up bahkan lebih affordable,” tukas Luther.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore