Mobil listrik BYD Atto 1 pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tren penjualan kendaraan roda empat pada pasar otomotif cenderung menurun pada 2025. Berdasar data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada Juni 2025 turun 22,6 persen dibandingkan Juni 2024 atau year-on-year (YoY).
BYD salah satu pemain besar pada industri ini pun turut menyadari hal itu. Bahkan, perusahaan meminta para stakeholder terkait terus memberikan perhatian khusus untuk mengatasi penurunan penjualan.
“Contohnya dari sisi financial institution untuk adanya stimulus dari sisi pembelian keuangan, kemudian mungkin ada support program-program dari brand owner, itu mengeskalasi penjualan,” kata Head of Marketing, PR, & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Dia pun turut menyentil terkait insentif kendaraan yang diharapkannya bisa mendongkrak penjualan pada pasar otomotif, termasuk pola program kepemilikan kendaraan yang bisa saja dibuat menjadi lebih mudah.
Mobil listrik BYD Atto 1 pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
“Ini kan soal industri yang cukup padat modal, industri besar dan banyak turunannya, industri ini banyak turunannya, dari sisi after sales, dari sisi aksesoris, bahkan sampai ke media pun, media juga menjadi bagian dari ekosistem industri otomotif ini padat modal. Jadi kita harapkan memang ini segera recovery dan para stakeholders juga memiliki perhatian khusus,” ungkap dia.
Di samping itu, pihak BYD tak akan tinggal diam. Baru-baru ini meluncurkan produk yang terjangkau seperti Atto 1 yang membuat produsen otomotif asal Tiongkok ini turut berkontribusi terhadap perkembangan pasar.
“Ini paling nggak kita bisa men-trigger adanya peningkatan atau eskalasi jumlah penjualan, karena ini lebih terjangkau, apalagi ini EV. Jadi kita berkontribusi pada industri ini,” jelas dia.
Luther Panjaitan berharap GIIAS 2025 tetap bisa menjadi momen penting untuk mendongkrak penjualan di tengah prediksi yang mengungkap total penjualan pada 2025 tak akan lebih baik dari 2024.
Tidak hanya dari para stakeholder, setiap brand-maker juga akan berbuat hal-hal yang efektif untuk bisa memberikan hasil yang baik pada momen GIIAS kali ini.
“Jadi rasanya semua brand itu tidak akan tinggal diam, agar pencapaian di GIIAS ini jadi trigger lah, untuk penjualan satu tahun, karena brandnya makin banyak kan, mungkin mudah-mudahan membantu, pilihannya makin banyak, ada beberapa line up bahkan lebih affordable,” tukas Luther.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
