Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Juli 2025 | 04.10 WIB

Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' Pengaruhi Sektor Otomotif, Jetour Cuma Pasang Target Segini di GIIAS 2025

Mobil listrik Jetour X20e. (RianAlfianto/JawaPos.com). - Image

Mobil listrik Jetour X20e. (RianAlfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - Fenomena 'Rojali' atau Rombongan Jarang Beli serta 'Rohana' atau Rombongan Hanya Nanya belakangan viral di media sosial. Istilah tersebut muncul seiring lesunya perekonomian yang berimbas pada menurunnya daya beli masyarakat di berbagai sektor.

Fenomena 'Rojali' dan 'Rohana' banyak dikeluhkan oleh pengusaha di bidang retail, pusat perbelanjaan dan sektor terkait lainnya. Misalnya, mall penuh tak lantas pusat perbelanjaan modern bisa meraup banyak untung dari konsumen yang berbelanja.

Yang jadi persoalan adalah ternyata, masyarakat berkunjung ke mall ternyata hanya untuk lihat-lihat dan tanya-tanya. Refreshing, tanpa membeli. Makanya muncul istilah 'Rojali' dan 'Rohana'.

Istilah tersebut muncul merupakan sinyal kuat bahwa masyarakat saat ini cenderung 'defensif' terhadap hal-hal yang tak perlu. Menunda pengeluaran untuk sesuatu yang lebih penting.

Fenomena tersebut juga terjadi di sektor otomotif. Banyak pelaku industri otomotif mengeluhkan, setahun terakhir ini, pasar lesu, angka penjualan turun drastis.

Meski begitu, pameran otomotif GIIAS 2025 tetap berlangsung. Walaupun kemungkinan banyak 'Rojali' dan 'Rohana', antusiasme masyarakat di pameran tersebut yang saat ini berlangsung di ICE BSD hingga 4 Agustus mendatang diharapkan mampu menggairahkan sektor otomotif nasional.

Targetnya? Nggak muluk-muluk. Seperti yang dipatok oleh PT Jetour Motor Indonesia, merek otomotif pendatang baru dari Tiongkok ini menarget SPK atau Surat Pemesanan Kendaraan yang dianggap rasional.

Michael Budihardjo, Sales & Network Director PT Jetour Motor Indonesia menjelaskan, di GIIAS, Jetour menargetkan SPK sebanyak 250 unit saja. Artinya jika dihitung kasar selama 12 hari penyelenggaraan, setidaknya Jetour berharap bisa menjual 20 unit mobil.

"Untuk yang realistis bisa dicapai, rasanya di situasi seperti sekarang target apapun tidak realistis ya. Apalagi induk kita juga pasti menargetkan tinggi. Tapi untuk kondisi sekarang, rasanya di GIIAS 2025, bisa menjual 250 unit saja sudah bagus," kata Michael ditemui JawaPos.com di arena GIIAS 2025, Sabtu (26/7).

Jetour sendiri established di Indonesia pada GIIAS 2024 tahun lalu. Baru seumur jagung. Sementara kalau fokus berjualan, Jetour baru memasarkan produknya secara gencar setidaknya enam bulan terakhir.

Sejauh mana kinerja Jetour selama satu semester tersebut? Michael menyebut kalau sampai saat ini, selama enam bulan berjualan mobil di Indonesia, Jetour sudah mendistribusikan mobil sebanyak 305 unit mobil ke konsumen.

"Setengah tahun jualan, kita sudah mendistribusikan kendaraan kurang lebih 305 unit ke konsumen. Mayoritas masih di pulau Jawa sebanyak 65 persen, sisanya mix di daerah lain yang sudah ada Diler dan showroom kami," lanjut Michael.

Sebagai pendatang baru, apalagi dari Tiongkok, Michael tak menampik bahwa sentimen miring masih kerap dihadapi Jetour. Untuk itu, sebagai bukti keseriusan mereka, Jetour menargetkan sampai akhir tahun bisa membangun sebanyak 30 diler dan showroom di seluruh Indonesia sebagai pusat penjualan dan pusat purna jual.

"Saat ini 16 showroom di seluruh Indonesia. Targetnya masih sama seperti di IIMS kemarin, yakni 30 showroom di tahun ini. Ini terus kami kebut mengingat situasinya juga sangat challenging," tandas Michael.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore