Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 01.20 WIB

Ini 8 Perbedaan Pertamax dan Pertalite, Jangan Salah Pilih Bahan Bakar!

Warga mengantre untuk melakukan pengisian BBM disalah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta, Senin (18/11/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos) - Image

Warga mengantre untuk melakukan pengisian BBM disalah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta, Senin (18/11/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

JawaPos.com - Meski sama-sama digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, Pertamax dan Pertalite memiliki sejumlah perbedaan penting yang berdampak langsung pada performa, efisiensi, dan usia mesin kendaraan. 

Banyak pengguna kendaraan masih belum memahami bahwa memilih bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin bisa membuat perbedaan besar dalam jangka panjang.

Tak hanya soal harga, perbedaan antara Pertamax dan Pertalite meliputi aspek teknis seperti nilai oktan, kandungan aditif, hingga dampak terhadap lingkungan. 

Untuk mengetahui lebih jelas mana yang cocok untuk kendaraan kamu, berikut 8 perbedaan Pertamax dan Pertalite seperti dilihat pada laman Wuling Indonesia!

1. Nilai Oktan (RON)
Pertalite memiliki angka oktan (RON) 90, sedangkan Pertamax lebih tinggi dengan RON 92. Semakin tinggi angka oktan, semakin baik bahan bakar dalam menahan tekanan sebelum terbakar, yang penting untuk mencegah knocking pada mesin berkompresi tinggi.

2. Efisiensi Pembakaran
Dengan nilai oktan lebih tinggi, Pertamax menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan efisien. Hal ini membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat dalam jangka panjang dan performa mesin tetap terjaga. Pertalite cenderung menghasilkan pembakaran yang kurang optimal pada kendaraan modern.

3. Performa Kendaraan
Pertamax memberikan tarikan mesin yang lebih responsif dan bertenaga karena pembakaran lebih bersih dan cepat. Sementara itu, Pertalite masih memadai untuk kendaraan standar, tetapi kurang optimal untuk mesin teknologi terbaru.

4. Emisi dan Dampak Lingkungan
Pertamax lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah. Kandungan aditif di dalamnya juga membantu menekan polusi, berbeda dengan Pertalite yang menghasilkan emisi lebih tinggi.

5. Harga Bahan Bakar
Pertalite lebih murah dan sering dipilih oleh pengguna kendaraan harian. Namun, selisih harga bisa sepadan dengan efisiensi dan perawatan mesin yang lebih baik saat menggunakan Pertamax.

6. Kesesuaian dengan Jenis Mesin
Pertalite cocok untuk mesin berkompresi rendah (9:1–10:1), sementara Pertamax lebih ideal untuk kendaraan modern dengan kompresi tinggi. Menggunakan bahan bakar yang sesuai mencegah kerusakan mesin akibat detonasi dini.

7. Kandungan Aditif Tambahan
Pertamax mengandung aditif seperti Pertatec yang menjaga kebersihan ruang bakar dan memperpanjang umur mesin. Pertalite tidak memiliki aditif sebanyak itu, sehingga berisiko meninggalkan lebih banyak residu karbon.

8. Warna dan Tampilan Fisik
Pertamax berwarna biru keunguan, sedangkan Pertalite berwarna hijau terang. Perbedaan warna ini bertujuan memudahkan identifikasi saat pengisian di SPBU.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore