Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 19.27 WIB

Bobot Lebih Berat-Torsi Lebih Kencang, Mobil Listrik Butuh Ban Khusus

Pengunjung melihat mobil listrik XPENG seri G6 saat pembukaan dealer XPENG di Indonesia Design District (IDD) PIK 2, Tangerang, Kamis (5/6/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Pengunjung melihat mobil listrik XPENG seri G6 saat pembukaan dealer XPENG di Indonesia Design District (IDD) PIK 2, Tangerang, Kamis (5/6/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Tren mobil listrik di Indonesia ternyata tidak cuma bikin jalanan lebih tenang, tapi juga memicu lonjakan permintaan untuk ban khusus. Salah satu pemain yang ikut kecipratan berkah elektrifikasi ini adalah Hankook Tire. Brand itu  mencatat peningkatan permintaan ban EV mereka sampai 300 persen secara tahunan.

“Permintaan ban EV kami tumbuh 300 persen secara tahunan, ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik, serta dukungan mereka terhadap kualitas produk Hankook iON,” ujar Bartek (Byunghak) Choi, Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia melalui keterangannya.

Peningkatan ini nggak lepas dari pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, hingga 2024 sudah ada lebih dari 207 ribu unit kendaraan listrik mengaspal di tanah air, naik 78 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 116 ribu unit.

Kenapa mobil listrik butuh ban khusus? Mobil listrik punya bobot lebih berat karena baterai besar, dan torsinya juga instan alias langsung ngacir begitu pedal gas diinjak. Artinya, ban biasa bisa cepat aus atau nggak sanggup menopang beban dan performanya. 

Karena itu, produsen seperti Hankook hadir dengan lini iON Series, ban yang dirancang khusus untuk kebutuhan mobil listrik.

“Hankook menghadirkan lini produk iON Series yang dikembangkan secara khusus untuk kendaraan listrik. Seluruh line-up iON Series dirancang dengan teknologi terkini untuk memberikan efisiensi energi, daya cengkeram optimal, dan kenyamanan berkendara yang sesuai dengan karakteristik mobil listrik,” tambah Choi.

Momen ini juga makin kuat berkat suksesnya ajang Jakarta E-Prix 2025, yang menyedot 23 ribu penonton. Sebagai official partner Formula E sejak musim ke-9, Hankook memanfaatkan event ini untuk memperkuat posisinya di pasar Asia Pasifik, termasuk lewat pertemuan dengan 23 distributor dari berbagai negara.

Menurutnya, Indonesia kini bukan cuma pasar potensial, tapi juga bisa jadi model bagi negara-negara lain di kawasan dalam menyambut era elektrifikasi. Ban mungkin kelihatan sepele, tapi buat mobil listrik, itu komponen krusial.

Tapi, kenapa sih mobil listrik butuh ban khusus?

Nah, ini penting. Mobil listrik punya bobot yang biasanya lebih berat dari mobil bensin karena baterainya gede banget. Selain itu, torsi mobil listrik juga lebih spontan-alias akselerasinya bisa bikin kepala nyundul jok kalau nggak siap. 

Makanya, ban yang dipakai harus bisa menahan beban ekstra sekaligus punya daya cengkeram tinggi agar tetap stabil dan aman.

Hankook menjawab tantangan tersebut lewat lini iON Series, ban yang dikembangkan khusus untuk kendaraan listrik. Teknologi di balik ban ini dirancang supaya lebih efisien dalam penggunaan energi, tahan banting, tapi tetap nyaman saat dipakai ngebut di jalan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore