Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 21.14 WIB

Ini 9 Penyebab Mobil Brebet Saat Digas, Lengkap dengan Cara Mengatasinya

Ilustrasi pedal gas mobil. (Auto2000)

JawaPos.com-Mobil yang tiba-tiba brebet atau tersendat saat digas tentu sangat mengganggu, apalagi saat sedang dalam perjalanan penting. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan sistem pembakaran dan suplai bahan bakar. 

Berikut adalah beberapa penyebab umum mobil brebet dan langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Bahan Bakar Tidak Sesuai Penggunaan 

Bensin dengan angka oktan yang lebih rendah dari yang dianjurkan dapat mengganggu proses pembakaran di ruang mesin. Hal ini menyebabkan tenaga mesin tidak optimal saat akselerasi. 

Pastikan kamu menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan, seperti RON 92 jika memang dianjurkan. Hindari juga bahan bakar dari SPBU yang diragukan kualitasnya.

2. Filter Udara Kotor 

Filter udara yang tersumbat kotoran akan membatasi aliran udara ke ruang bakar. Akibatnya, rasio udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang dan mesin bisa brebet. Bersihkan filter udara setiap 10.000 km dan ganti antara 20.000 hingga 40.000 km tergantung kondisi pemakaian.

3. Injektor Bermasalah 

Jika injektor bahan bakar kotor atau tersumbat, semprotan bensin ke ruang mesin jadi tidak merata. Ini bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan mobil terasa tersendat. Pembersihan injektor dapat dilakukan dengan cairan khusus atau lewat metode cleaning di bengkel resmi setiap 20.000–30.000 km.

4. Busi dan Sistem Pengapian Tidak Maksimal 

Busi yang aus atau kotor dapat membuat percikan api melemah sehingga pembakaran tidak berjalan dengan baik. Selain busi, kerusakan pada koil, kabel, atau ECU juga bisa memicu masalah serupa. Disarankan untuk mengganti busi setiap 20.000 km dan memeriksa komponen pengapian lainnya secara rutin.

5. Sensor Mesin Rusak 

Sensor seperti O2, MAF, atau TPS memiliki peran penting dalam mengatur pembakaran. Bila salah satu rusak atau bermasalah, ECU bisa mengatur pembakaran secara tidak akurat. Pemeriksaan dengan alat scanner OBD bisa membantu mendeteksi sensor yang perlu diperbaiki atau diganti.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore