
stan pameran BYD dan Denza di PEVS 2025. (Agfi Sagittian/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ledakan kendaraan listrik (EV) di Tiongkok bukan semata soal inovasi teknologi atau meningkatnya kesadaran lingkungan. Di balik pertumbuhan pesat industri ini, tersimpan cerita lain yang tak kalah besar yakni perang harga yang sengit di antara para produsen.
Hal tersebut menjadikan pasar mobil layaknya lorong diskon di pusat perbelanjaan elektronik. Selama beberapa tahun terakhir, persaingan harga antar pabrikan mobil listrik lokal kian memanas.
Harga yang terus ditekan diyakini menjadi salah satu pendorong utama lonjakan penjualan EV di berbagai penjuru negeri. Namun kini, pemerintah Tiongkok mulai mengkhawatirkan dampaknya.
Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok pun angkat bicara, memperingatkan bahwa perang harga yang tidak teratur telah memperkeruh iklim persaingan. Dalam pernyataannya, asosiasi tersebut bahkan menyinggung BYD, meski tak secara langsung menyebut nama, sebagai pihak yang memicu gelombang pemangkasan harga besar-besaran, yang kemudian diikuti oleh banyak perusahaan lain.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok kini berencana memperketat regulasi dan menindak bentuk persaingan yang dianggap kontraproduktif. Pemerintah ingin menegakkan hukum demi menciptakan kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
Namun, tak sedikit pihak yang meragukan efektivitas langkah ini. Banyak yang percaya bahwa perang harga justru akan semakin tak terkendali.
Sikap skeptis juga datang dari pelaku industri. CEO Xpeng, He Xiaopeng, menyebut bahwa kompetisi saat ini baru sebatas “hidangan pembuka”. Ia memperkirakan lima tahun ke depan akan menjadi periode yang jauh lebih menantang.
Pandangan serupa dikemukakan para analis di Nomura. Dalam wawancara dengan CNBC, mereka memperingatkan bahwa kelebihan pasokan kendaraan yang terus berlanjut bisa memicu babak baru perang harga yang lebih parah.
Dalam dua tahun terakhir, harga rata-rata mobil baru di Tiongkok telah turun sekitar 19 persen. Kini, harga tersebut berkisar di angka CNY 165.000 atau sekitar Rp 370 jutaan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
