Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 18.56 WIB

Harus Tahu Jangan Salah Beli, Ini Pembeda Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional

Ilustrasi ban mobil (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi ban mobil (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik telah meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya menggunakan kendaraan ramah lingkungan.

Akan tetapi dalam hal ini jangan hanya memperhatikan mesinnya saja, tetapi juga komponen lainnya, diantaranya ban mobil.

Perlu diketahui kalau mobil listrik sering tidak dilengkapi ban serep karena ruang kabinnya digunakan untuk baterai. Alasan kedua adalah mengurangi bobot mobil listrik agar jarak tempuhnya tidak berkurang.

Contoh mobil listrik yang tidak ada ban serep diantaranya Hyundai Genesis G80 EV, Wuling Binguo EV, Volkswagen ID.Buzz, BYD Seal.

Nah, bagaimana kalau pemilik mobil listrik ingin mempunyai ban cadangan atau mengganti ban baru karena sudah waktunya diganti? Jawabannya adalah jangan asal beli ban.

Menurut Fisa Rizqiano, Deputy Head OE Technical Sales Bridgestone Indonesia, bahwa ban yang digunakan mobil listrik dan mobil konvensional (bensin) mempunyai perbedaan spesifikasi.

"Sebaiknya mengikuti ban bawaannya, kalau memungkinkan atau kalau ready. Tapi biasanya banyak yang belum ready karena kebanyakan ban mobil listrik itukan import dan kebanyakan suplay nya bawaan dari Cina dan produk after market rata rata jarang, tapi ada beberapa merek ban," kata Fisa kepada JawaPos.

Fisa Rizqiano menambahkan, kalau ban untuk kendaraan ini memiliki spesifikasi khusus yang harus dipenuhi. Ada beberapa parameter penting yang harus diperhatikan saat memilih ban untuk mobil listrik:

Pertama, ban mobil listrik harus memiliki load index yang memenuhi kategori HL (High Load), karena mobil listrik biasanya memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran internal.

Bobot ekstra terutama berasal dari komponen baterai, yang terletak di bagian bawah kendaraan.

Kedua, rolling resistance atau hambatan gulir ban juga menjadi faktor krusial.

Mobil listrik beroperasi langsung dari putaran motor traksi melalui reduction gear, sehingga ban harus dirancang untuk memudahkan putaran ini.

Rolling resistance yang rendah dapat mengurangi kehilangan tenaga motor traksi hingga sekitar 16 persen. Ini penting untuk memastikan tenaga dari motor traksi tidak terbuang sia-sia.

Ketiga adalah grip, meskipun rolling resistance yang rendah adalah keharusan, ban juga harus memiliki grip yang baik.

Grip yang optimal pada tapak ban menghasilkan gaya gesek yang cukup untuk memastikan kontrol dan keamanan kendaraan. Dengan demikian, ban mobil listrik perlu mengimbangi antara rolling resistance yang rendah dengan grip yang memadai

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore