Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 04.59 WIB

PENS Siap Dukung Supply Chain EV dengan Motor Axial Flux BLDC

Tim Center for Research and Innovation on Advanced Transportation Electrification (CReATE) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) memamerkan Motor Axial Flux BLDC. (Mia/Jawa Pos)

JawaPos.com – Indonesia terus menunjukkan keseriusannya menggarap peluang di bidang kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Melalui Center for Research and Innovation on Advanced Transportation Electrification (CReATE) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), kini lahir inovasi Motor Axial Flux BLDC dan Controller yang siap mendukung rantai pasok (supply chain) traction motors di dalam negeri.

Inovasi ini dipamerkan pada ajang Indonesia International Auto Parts Accessories and Equip Exhibition (INAPA) 2025 di Jakarta, akhir pekan lalu. Tak tanggung-tanggung, enam hasil riset unggulan PENS di bidang EV ditampilkan, termasuk Motor Axial Flux BLDC 2-5KW/72 Volt, Motor Axial Flux BLDC 20 KW/153 Volt, dua kendaraan prototipe, sepeda motor listrik sport, dan all-terrain vehicle (ATV).

Peneliti sekaligus Ketua CReATE, Dadet Pramadihanto, menjelaskan bahwa produk ini lahir dari kolaborasi tujuh dosen, alumni, dan mahasiswa lintas prodi seperti Sarjana Terapan Mekatronika, Teknik Komputer, hingga Sistem Pembangkitan Energi.

“Motor axial flux ini memiliki energi density lebih tinggi dibanding motor listrik lain, seperti radial flux. Torsi lebih besar, akselerasi lebih cepat, sehingga kendaraan bisa langsung ngebut dari kondisi diam,” papar Guru Besar PENS tersebut.

Keunggulan lainnya, desain motor yang ringkas dan bobot lebih ringan membuatnya cocok dipasang satu motor per roda, menghasilkan pengendalian yang presisi dan responsif. Tak hanya untuk motor listrik, teknologi ini juga bisa diaplikasikan pada mobil, bus, hingga ATV.

PENS berharap Motor Axial Flux BLDC 2-5KW/72 Volt ini bisa menjadi tulang punggung supply chain traction motors Indonesia, mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus membangun industri EV nasional. Saat ini, tim tengah menggarap prototipe terbaru yang ditargetkan rampung dalam dua bulan.

Soal produksi massal, Dadet mengungkapkan bahwa pihaknya bersama tim dosen, termasuk Amang Sudarsono selaku Ketua Konsorsium PTV Jatim, sedang memetakan kebutuhan peralatan produksi yang tidak tersedia di pasaran.

Penelitian ini sendiri mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lewat Program Katalisator Kemitraan Berdikari, di bawah Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

PMO Program Berdikari, Yogi Herdani, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata Gerakan Kampus Berdampak. “Sudah saatnya kampus muncul dan menunjukkan potensinya lewat riset dan inovasi. PENS sudah berada di jalurnya, menjadi bagian komunitas EV dan memberi dampak nyata pada masyarakat,” ujarnya.

Ketertarikan terhadap inovasi ini pun datang dari pengunjung pameran, salah satunya Deputy Manager Sales ADATA Taiwan, Johnny Wu, yang menyebut Motor BLDC karya PENS sudah layak bersaing di pasar global. Ia bahkan menyatakan minat untuk bekerja sama dengan PENS dalam waktu dekat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore