Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 18.57 WIB

Penyebab Mobil Terasa Oleng saat Kecepatan Tinggi, Selain Karena Bawaan Lahir, Bisa Karena Faktor Ini

Rombongan peserta Hyundai Media Drive: The all-new KONA Electric saat melintas di jalur Tol Cipali. (HMID)


 
JawaPos.com-Mobil oleng, tidak seimbang atau limbung saat kecepatan tinggi hampir pasti pernah kita alami. Banyak faktor menjadi penyebab kenapa mobil bisa oleng saat sedang melaju di kecepatan lumayan ngebut.
 
 
Salah satunya dan jadi faktor bawaan lahir, adalah desain dan peruntukan mobil itu sendiri yang tidak dibuat untuk ngebut. Seperti misalnya, mobil dengan ground clearance tinggi seperti kendaraan off-road, mobil dengan sasis ladder frame dan sejenisnya tidak direkomendasikan untuk kebut-kebutan.
 
Itu faktor yang sudah jadi bawaan mobil. Tidak dapat diperbaiki, tapi bisa agak dikurangi. Namun jika faktor penyebab mobil oleng saat kecepatan tinggi karena terdapat kerusakan, tentunya harus segera diperbaiki.
 
Sedapat mungkin permasalahan ini jangan dibiarkan terlalu lama. Pasalnya, dapat membahayakan keselamatan Anda saat berkendara.
 
Dilansir dari DokterMobil, penyebab pertama mobil oleng saat kecepatan tinggi bisa karena sistem suspensi yang mengalami deformasi atau perubahan bentuk. Sistem kemudi jadi bermasalah akibat adanya kerusakan pada stabilizer ban.
 
Bisa berupa shock absorbernya rusak atau stabilizer bannya tertekuk. Karenanya, cek kualitas ban dan poros roda secara berkala. Idealnya, ban perlu diganti baru tiap tiga tahun sekali. 
 
Sekalipun ban masih tebal, namun kestabilan ban akan berkurang dalam pemakaian lebih dari tiga tahun. Selain itu, untuk daya cengkram yang kuat dan kestabilan kemudi, usahakan menggunakan ban berukuran besar dan cek berkala area suspensi.
 
Mobil oleng saat kecepatan tinggi juga bisa dipengaruhi oleh kerusakan pada area kaki-kaki seperti bushing, tie road long tie rod dan sebagainya. Contohnya seperti kerusakan di sudut caster dan chamber roda, membuat ban tidak akan spooring atau lurus, hal tersebut sangat mungkin membuat mobil jadi oleng saat melaju.
 
Sementara bushing juga perlu dicek. Bushing sendiri berguna untuk menopang alat-alat suspensi agar sistem kemudi tetap stabil.  Kerusakan bushing tidak boleh dibiarkan lama karena sangat membuat sistem kemudi sulit dikontrol terlebih saat melaju kencang. 
 
Terakhir dan paling mudah diatasi, adalah ban kurang angin, turut mengakibatkan mobil oleng. Muatan udara dalam ban harus dalam kondisi pas. Jika terlampau padat, ban jadi keras dan gerakan mobil terasa kaku saat dikendarai. 
 
Namun, bila kekurangan volume udara justru lebih membahayakan. Bagian tepi ban akan lebih cepat terkikis oleh aspal dan sangat mungkin mengalami pecah ban. 
Maka pastikan muatan udara dalam ban mobil Anda pas. Lakukan pengisian angin saat Anda merasa mobil mulai bergoyang ketika melaju kencang. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore