Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Desember 2024 | 17.12 WIB

Tren Mobil Listrik di 2024: Mulai Dilirik yang Muat Penumpang Banyak, Tiongkok Belum Terkalahkan

Pemkot Surabaya menyewa lima unit mobil listrik untuk kendaraan dinas. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Pemkot Surabaya menyewa lima unit mobil listrik untuk kendaraan dinas. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Tahun 2024 resmi tutup buku. Hanya tinggal hitungan jam, masyarakat Indonesia akan menyambut tahun yang baru dan dengan segala eskalasinya, tahun 2024 meninggalkan banyak catatan menarik.

Di sektor otomotif misalnya, tahun 2024 ini bisa dibilang masih merupakan tahunnya kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia. Kenapa demikian? Hal ini ditunjukkan dengan hadirnya banyak merek baru, terutama mobil, menyerbu jenama lama dengan menghadirkan produk mobil listrik baru.
 
Merek-merek Tiongkok baru yang hadir di Indonesia di tahun 2024 setidaknya ada Maxus, ZEEKR, Aletra (terafiliasi dengan grup Geely) dan GAC AION. Nama tersebut menambah daftar panjang merek Tiongkok yang hadir di Indonesia sebelumnya seperti Wuling, Chery, DFSK, Neta dan BYD.
 
Belum lagi merek-merek Jepang, Korea dan bahkan Eropa yang sekarang juga giat meluncurkan mobil listrik. Bahkan sekelas Mercedes-Benz, Volvo dan BMW serta Mini, sekarang giat menghadirkan produk mobil listrik baru di Indonesia.
 
Bagaimana dengan trennya? Mengacu kepada data, tren mobil listrik di Indonesia memang terbilang mengalami peningkatan. Tajam? Lumayan juga. 
 
Perkembangan mobil listrik di Indonesia pada tahun 2024 cukup positif xengan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama jelas penjualan.
 
 
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam catatan terakhirnya untuk periode Q3 mengungkapkan kalau penjualan mobil listrik di Indonesia tembus sekitar 4.394 unit hingga data terakhir pada Oktober 2024. 
 
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya,
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, mobil listrik yang semakin diterima masyarakat Indonesia tahun ini karena faktor insentif yang ditawarkan. Selain pajak, mobil listrik juga terbebas dari aturan ganjil-genap di Jakarta.
 
"Insentif ini berdampak pada penurunan harga jual mobil listrik di Indonesia," kata Jongkie.
 
Di samping itu, bertambahnya model dan merek baru juga menjadi faktor pendorong penjualan mobil listrik nasional selama tahun 2024 berjalan. Jongkie memperkirakan, tren pertumbuhan penjualan mobil listrik yang positif akan terus berlanjut.
 
Gaikindo juga meyakini merek-merek asal China masih bakal mendominasi pasar mobil listrik Tanah Air. Hal ini didukung oleh kemampuan para produsen otomotif China dalam menawarkan teknologi mobil listrik canggih dengan harga relatif lebih terjangkau, terlepas adanya kebijakan insentif pajak.
 
"Faktor harga memang masih sangat berperan penting bagi konsumen ketika menentukan pembelian mobil," kata Jongkie.
 
Mobil Listrik Banyak Penumpang Mulai Dilirik
 
Secara model, yang menarik di 2024 ini adalah mulai hadirnya mobil-mobil listrik yang menawarkan kemampuan untuk memuat banyak penumpang. Hal ini langsung saja dilirik masyarakat Indonesia.
 
Sebab karakteristiknya, masyarakat Indonesia ini memang suka terhadap mobil yang punya banyak pintu dan bangku. Dengan kata lain, mobil yang muat banyak orang lebih disukai seperti segmen MPV.
 
BYD misalnya, merek mobil listrik Tiongkok yang baru established di Indonesia pada 2023 lalu langsung berhasil masuk ke persaingan pasar otomotif di Indonesia dan cukup diperhitungkan kemampuannya.
 
Hingga Oktober 2024, BYD memimpin penjualan mobil listrik dengan unit paling banyak terjual adalah mobil listrik BYD M6. Mobil tersebut merupakan MPV listrik yang digadang menjadi lawan berat Innova Zenix atau bahkan mobil MPV populer lainnya seperti Avanza-Xenia dan sekelasnya.
 
byd
 
Sebabnya karena mobil listrik ini merupakan mobil listrik tiga baris kursi. Dengan kata lain, mobil ini muat hingga tujuh orang penumpang.
 
BYD M6 berhasil terjual hingga sebanyak 1.866 unit sampai Oktober 2024. Angka tersebut sekaligus menobatkan BYD sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia pada 2024 ini.
 
Angka rersebut menggeser tren sebelumnya dari mobil listrik yang awalnya cenderung berdesain compact seperti Wuling Air EV dan sejenisnya. Wuling Air EV di 2024 ini berdasarkan data hingga Oktober 2024 baru berhasil terjual di angka 831 unit saja.
 
Padahal mobil tersebut mulanya adalah pionir mobil listrik di Indonesia. Posisi ketiga ada sedan, mereknya adalah BYD lagi dengan model Seal yang terjual dengan angka sebanyak 333 unit. 
 
Berikut ini catatan lengkap penjualan mobil listrik di Indonesia pada data terakhir Q3 2024:
 
1. BYD M6: 1.866 unit 
2. Wuling Air ev: 831 unit 
3. BYD Seal: 333 unit 
4. Chery Omoda E5: 235 unit 
5. BYD Dolphin: 228 unit 
6. Wuling BinguoEV: 182 unit 
7. Hyundai Kona Electric: 181 unit 
8. BYD Atto 3: 151 unit 
9. MG4 EV: 146 unit 
10. Wuling Cloud EV: 66 
11. MG ZS EV: 50 unit 
12. Citroen EC3: 41 unit 
13. Hyundai loniq 5: 35 unit 
14. Toyota bZ4x: 22 unit 
15. BMW iX1: 22 unit
16. BMW i5: 15 unit 
17. Mini Countryman BEV: 9 unit 
18. BMW iX: 8 unit 
19. DFSK Gelora E: 8 unit 
20. BMW i4: 6 unit 
21. Hyundai loniq 6: 4 unit 
22. BMW i7: 3 unit 
23. Mercedes-Benz EQE: 3 unit 
24. Volvo C40: 1 unit
 
Tren mobil listrik yang muat banyak penumpang tampaknya juga akan naik terus di 2025 mendatang. Kehadiran merek baru seperti Aletra, ZEEKR dan Maxus di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 yang lalu membuktikan hal tersebut.
 
Mobil-mobil listrik pendatang baru tersebut berkonsep MPV. Semua menawarkan kemampuan kabin lega yang muat banyak penumpang dan barang. Bagaimana, tertarik hijrah ke mobil listrik?
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore