
Ilustrasi Bus PO Juragan 99. (Istimewa)
JawaPos.com – Viral di media sosial (medsos), khususnya di kalangan para penggemar bus atau kerap disebut sebagai BisMania, armada milik PO Juragan 99 mengalami kecelakaan. Kecelakaan itu terjadi saat bus PO Juragan 99 melintas rute Malang-Denpasar.
Video detik-detik kejadian yang diunggah di media sosial, salah satunya akun Instagram Kemenbus itu pun kemudian ramai jadi perbincangan. Ada yang menyebut bus tergelincir karena oversteer, ada juga yang bilang bus mengalami kondisi aquaplaning.
Memang, video yang beredar di media sosial memperlihatkan sudut dari kamera CCTV dari bagian atas sopir. Terlihat di video bus sedang jalan saat kondisi hujan dan jalanan basah.
Ketika sopir sedang belok ke kanan, bus tampak mengalami selip ban belakang atau oversteer. Bus milik PO Juragan 99 itu pun menabrak warung dan rel pelindung di tepi laut.
Untungnya ketika menabrak rel, bus tidak bablas terjun ke laut dan kembali ke jalan. Terlihat dalam video, bus milik PO Juragan 99 mengalami benturan yang cukup keras.
Karena nggak pakai sabuk pengaman, tampak juga awak bus yakni sopir dan kernet sampai terlempar dari tempat duduknya. Setelah bus berhenti, kernet segera mengecek kondisi para penumpang.
"Kerugian materil semua sudah tuntas ditangani. Alhamdulillah nggak ada korban," jelas perwakilan PO Juragan 99, dikonfirmasi JawaPos.com.
Mengenai kecelakaan bus PO Juragan 99 yang terindikasi dua penyebab, yakni oversteer dan aquaplaning, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana memberi penjelasan.
Meurut dia, kendaraan dengan tonase atau bobot sekelas bus memang tak bisa lepas dari bayang-bayang aquaplaning.
Banyak orang mengira bahwa aquaplaning hanya rentan menimpa kendaraan kecil saja. Sebab, banyak kasus kecelakaan akibat aquaplaning memang lebih sering menimpa mobil, terutama saat hujan dan ngebut di jalan Tol.
"Aquaplaning bisa terjadi tanpa kenal kendaraan. Sekalipun bus itu berat, tetapi jika kecepatannya menerabas genangan air tinggi, maka bisa terdampak juga," kata Sony saat dihubungi JawaPos.com.
Atau, menurut Sony, aquaplaning bisa terjadi jika kembangan atau pola tapak ban tidak bisa membelah genangan air. Maka, ban akan selip akibat sudut setir terkoreksi secara kasar.
Dalam kasus kecelakaan bus PO Juragan 99, Sony menilai bahwa kecelakaan tersebut akibat slip cornering atau ban selip saat di tikungan. Ditambah cuaca hujan, kondisi tersebut menjadi semakin rawan.
"Menurut saya pada video menggambarkan bus yg mengalami slip cornering akibat pengemudi tidak mengurangi kecepatan sebelum masuk tikungan. Sekalipun pedal gas ditahan kemungkinan ban belakang (oversteer) mengalami slip besar jika di tikungannya licin," tandas Sony.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
