Soal rem blong pada truk jadi omongan setelah kejadian kecelakaan beruntun di Tol Cipularang dari Bandung arah Jakarta pada Senin (11/11) kemarin. Truk dengan kecepatan tinggi gagal berhenti saat ada kemacetan di depannya, menghantam puluhan mobil yang berhenti saat lalu lintas sedang padat.
Berbagai faktor dapat menyebabkan rem blong pada truk, dan pemahaman yang baik tentang penyebabnya sangat penting untuk mencegahnya. Dilansir dari Astra UD Truck, berikut penyebab rem blong pada truk yang paling sering terjadi.
Panas Berlebih
Salah satu penyebab utama rem blong adalah pemanasan berlebihan pada sistem rem. Ketika truk beroperasi secara terus-menerus atau dalam kondisi berat seperti menuruni bukit dengan beban yang berat, gesekan antara kampas rem dan cakram atau drum rem dapat menyebabkan pemanasan berlebihan.
Pemanasan berlebihan ini dapat mengakibatkan deformasi pada komponen rem dan penurunan kinerja sistem rem secara keseluruhan. Akhirnya, karena sudah panas, truk akan kehilangan kemampuan untuk melakukan pengereman.
Kampas Rem Aus
Kampas rem yang aus adalah masalah umum yang dapat menyebabkan rem blong. Ketika kampas rem terlalu tipis karena digunakan berulang kali, mereka kehilangan kemampuan mereka untuk menghasilkan gesekan yang cukup dengan cakram atau drum rem. Hal ini mengakibatkan jarak pengereman yang lebih panjang dan bahkan kehilangan fungsi rem secara keseluruhan.
Kebocoran Sistem Hidrolik
Sistem rem pada truk modern sering menggunakan sistem hidrolik untuk mentransfer tekanan dari pedal rem ke kampas rem. Kebocoran dalam sistem hidrolik ini dapat menyebabkan berkurangnya tekanan yang diperlukan untuk menggerakkan kampas rem. Akibatnya, truk mungkin mengalami rem blong atau bahkan kehilangan fungsi rem sepenuhnya.
Minyak Rem Kotor atau Habis
Fluida atau minyak rem yang kotor atau terkontaminasi oleh air dapat mengurangi kinerja sistem rem. Air dalam sistem rem dapat menyebabkan titik didih fluida rem menjadi lebih rendah, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penguapan yang cepat dan menghasilkan gelembung udara.
Hal ini mengakibatkan penurunan tekanan hidrolik dan kinerja rem yang buruk. Selain itu, jika jumlah fluida rem tidak mencukupi, tekanan hidrolik yang dihasilkan mungkin tidak mencukupi untuk mendorong kampas rem dengan cukup kuat.
Permasalahan Sistem Elektronik
Truk modern sering dilengkapi dengan sistem rem anti terkunci (ABS) dan sistem kontrol traksi lainnya yang menggunakan sensor elektronik untuk mendeteksi kondisi jalan dan mengatur pengereman.
Gangguan atau kerusakan pada sensor, kabel, atau bagian-bagian elektronik lainnya dapat mengakibatkan gangguan dalam fungsi sistem rem, menyebabkan rem blong.