Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 17.07 WIB

Peredaran Oli Palsu Makin Meresahkan, Dampaknya ke Mesin Nggak Main-main, Ini Tipsnya Supaya Nggak Kena

Ilustrasi: Mengganti oli sepeda motor. (Cardio Systems). - Image

Ilustrasi: Mengganti oli sepeda motor. (Cardio Systems).

JawaPos.com - Pemalsuan pelumas atau oli tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga merugikan negara dan masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu, Pertamina Lubricants mendukung penuh tindakan penegak hukum dalam menindak pelaku pemalsuan pelumas. Pertamina Lubricants berharap ada regulasi yang lebih ketat untuk mempersempit ruang gerak pemalsu.

Direktur Sales & Marketing Pertamina Lubricants Dwi Puja Ariestya mengatakan, meskipun tidak semua produk yang dipalsukan adalah merek Pertamina, pihaknya merasa bertanggung jawab sebagai produsen pelumas terbesar di Indonesia untuk melindungi konsumen dari dampak buruk penggunaan pelumas palsu.

Pertamina Lubricants mengingatkan konsumen untuk menghindari penggunaan pelumas palsu karena bahaya keselamatan yang tinggi dan risiko kerusakan mesin. Dalam jangka pendek, mesin dapat mengalami penurunan performa.

Bahkan pada beberapa kasus, pelumas palsu tanpa additive detergent atau dispersant dapat langsung merusak mesin. Dalam jangka panjang, penggunaan pelumas palsu dapat mengurangi tingkat keandalan mesin dan mengurangi umur mesin. Ketika konsumen melakukan maintenance, mereka mungkin akan mengganti lebih banyak part sehingga biaya perawatan meningkat.

Ariestya melanjutkan, mengimbau masyarakat untuk membeli pelumas Pertamina di bengkel langganan terpercaya atau outlet resmi Pertamina Lubricants seperti SPBU, Olimart/Fastron Auto Service, dan Enduro Motor Service untuk memastikan keaslian produk.

Pertamina Lubricants telah melaksanakan berbagai program sosialisasi yang intensif melalui seminar, workshop, dan kampanye media sosial. Selain itu, Pertamina Lubricants juga bekerjasama dengan bengkel-bengkel resmi dan distributor untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara membedakan pelumas asli dan palsu.

Produk-produk pelumas Pertamina juga diklaim telah mengantongi sertifikasi SNI, yang semakin menjamin kualitas pelumas yang beredar dan menekan jumlah pelumas palsu atau berkualitas rendah. Untuk membedakan pelumas Pertamina asli dan palsu juga mudah, khususnya pada kemasan produk botol.

Pertama, cek QR Code di stiker label, setiap produk memiliki QR Code yang unik dan yang terdiri dari 9 karakter berupa huruf dan angka. Jika discan, akan muncul halaman yang menunjukkan nama produk, nomor QR, batch number, jenis kemasan, berapa kali botol telah discan, lokasi dan waktu scan sebelumnya, beserta lokasi Anda saat ini.

Selanjutnya, pada bagian atas tutup botol tampak hologram original halus dengan karakter titik (dot) dibaca dengan kemiringan 45 derajat. Di tutup dan Leher botol juga terdapat 8 digit nomor batch dengan posisi lurus tegak dan sejajar.

Tampilan botol dengan teknologi triple layer, yaitu saat tutup botol dibuka, tampilan warna botol bagian dalam berbeda dengan bagian luar.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) Sigit Pranowo menuturkan, kerugian yang diakibatkan oleh pelumas palsu cukup besar untuk industri pelumas di Indonesia. Dari segi finansial, jumlah produk palsu yang dijual mengakibatkan kehilangan potensi pasar yang signifikan bagi seluruh produsen pelumas. 'Reputasi kami semua juga terancam tercemar," terang Sigit.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore