JawaPos.com - Belakangan ini banyak pengguna ban tubeless yang menyuntikan cairan atau gel anti-bocor dalam ban mereka, terutama untuk digunakan pada sepeda motor. Sesuai dengan namanya, cairan anti-bocor bertugas untuk menambas secara otomatis saat ban terusuk paku atau beda tajam lainnya.
Sebagai informasi, beberapa perusahaan memang telah mengembangkan cairan khusus untuk menambal lubang ban kecil. Cairan ini bisa menjadi kental dan elastis saat berada bawah tekanan atau pressure ban tertentu. Toko ban juga sering menawarkan pengisi ban ini kepada konsumen saat mengganti ban dalam.
Jadi cairan ini berfungsi untuk mencegah ban bocor karena lubang yang muncul setelah tiang di lepas dapat menutup secara otomatis. Oleh karena itu cairan ini dapat Anda gunakan sedemikian rupa sehingga pada saat ban dipasang pada pelek sepeda motor, maka di alirkan melalui pentil ban sepeda motor.
Lalu, seberapa penting penggunaan cairan anti-bocor pada ban tubeless sepeda motor mengingat sifat ban tubeless itu sendiri sejatinya sudah tahan bocor lantaran tidak menggunakan ban dalam.
Mengutip laman PlanetBan, memang setidaknya ada tiga keuntungan yang bisa didapatkan pengendara ketika menggunakan cairan ban tubeless. Keuntungan yang pertama adalah dapat menjaga kerapatan ban agar tidak mengalami kebocoran saat terkena benda tajam.
Dengan demikian, ban akan memiliki daya tahan yang lebih kuat. Selain itu, cairan ini juga dapat mengering dengan sendirinya dan memberikan perlindungan pada ban. Jadi, dapat menutup celah ban ketika ada bagian yang terbuka.
Kedua, sebagai cairan yang memberikan perlindungan pada ban, cairan ini juga dapat memperkuat ketahanan ban, sehingga tidak mudah bocor. Terutama saat ban mengenai benda tajam yang berpotensi membuat kebocoran.
Dengan menggunakan cairan ini, ban akan jadi lebih kuat, sehingga perjalanan akan jadi lebih aman. Jadi, jika terkena benda tajam, ban tidak akan mudah bocor.
Ketiga, cairan ini dapat digunakan dengan mudah untuk mengatasi kebocoran pada ban. Cukup dengan memasukkan cairan ke dalam ban melalui lubang pentil ban, maka cairan akan masuk dan merata ke dalam ban.
Cairan ini nantinya akan melapisi bagian dalam ban untuk memberikan perlindungan. Jika terdapat lubang pada ban yang dapat menyebabkan kebocoran, maka cairan ini akan menutup lubang tersebut dengan sendirinya.
Itu keuntungannya, kekurangan atau efek samping penggunaan cairan anti-bocor pada ban sepeda motor juga ada. Tidak hanya mendatangkan keuntungan bagi pengendara, penggunaan cairan pada ban tubeless ini juga memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan.
Efek samping dari penggunaan cairan ban tubeless adalah dapat menyebabkan kerusakan pelek akibat korosi atau karat pada pelek. Ini karena kandungan pH atau tingkat asam basanya terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan pelek mudah berkarat atau korosi, tidak disarankan pada jenis motor sport yang menggunakan bahan velg magnesium alloy yang sangat rentan karat.
Efek samping berikutnya adalah cairan ini berpotensi menyumbat lubang pentil ban kendaraan. Cairan ini dimasukkan melalui lubang pentil tersebut, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi penyumbatan yang dapat membuat ban sulit diisi angin ketika diperlukan.
Terakhir, penggunaan cairan ini juga dapat menimbulkan gangguan kenyamanan pada pengendara akibat perputaran roda yang tidak seimbang. Sebab, cairan ini akan mengering di satu titik yang dapat membuat gumpalan, sehingga bisa menyebabkan ketidakseimbangan.
Cairan ban tubeless ini dapat mendatangkan berbagai keuntungan bagi Anda yang memiliki kendaraan dengan jenis ban tubeless. Walau begitu, diharapkan tetap berhati-hati dalam penggunaannya agar tetap bisa berkendara dengan aman dan nyaman. Perlu atau tidak? Jawabannya ada pada Anda sendiri.