
Fungsi rem hidrolik sangat penting untuk keselamatan berkendara.
JawaPos.com - Dalam sistem pengereman Anda pernah mendengar istilah rem hidrolik, namun tak jarang banyak orang yang mengetahui apa fungsi rem tersebut.
Sebagai informasi, rem hidrolik merupakan jenis sistem pengereman yang mengandalkan tekanan dari minyak rem pada tuas untuk mendorong piston, sehingga pengereman menjadi lebih efisien.
Teknologi pengereman ini menggunakan cairan khusus untuk membuat mobil berhenti secara perlahan atau tiba-tiba. Bahkan, sampai saat ini, rem ini terbukti mampu menciptakan sistem pengereman yang kuat. Maka tak sedikit pabrikan kendaraan yang memproduksi mobil dengan sistem pengereman ini
Ada dua fungsi rem hidrolik pada sebuah mobil yaitu:
Salah satu fungsi utama rem ini untuk menjaga kecepatan kendaraan, sehingga tidak akan membahayakan pengendara utama ataupun lainnya. Selain itu, rem ini juga bisa berfungsi untuk menghentikan kendaraan, agar tidak maju ataupun mundur saat terjadi kemacetan di jalan.
Fungsi kedua, sistem pengereman hidrolik ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan menghindari kelelahan pengemudi. Ini karena pada teknologi ini, hanya perlu melakukan pengereman dengan satu jari saja, jadi kaki pengendara tidak cepat capek seperti saat menggunakan rem manual biasanya.
Prinsip dan Cara Kerja Rem Hidrolik
Dalam menjalankan fungsi rem hidrolik, kendaraan umumnya menggunakan prinsip kerja dari fluida atau bukan kawat. Lebih jelasnya, berikut penjelasan lengkap sistem kerjanya:
Bantuan Cairan
Prinsip kerja yang paling utama dari rem ini, yaitu berdasarkan pada bantuan cairan sejenis fluida yang memiliki ketahanan tinggi. Lebih tepatnya, ini didasarkan pada hukum pascal fluida yang mana tekanan pada zat cair bakal diteruskan ke segala arah dengan besaran yang sama.
Jadi, tekanan tersebut akan terjadi pada pedal rem yang selanjutnya tekanan tersebut nantinya akan berubah menjadi tekanan hidrolik. Untuk kemudian bergerak menuju ke bagian rem pada empat roda mobil.
Menekan Pedal Rem
Proses pengereman tidak akan terjadi bila Anda tidak menekan pedal rem. Karena, pedal rem ini sebagai awal proses pengereman yang kemudian akan direspon oleh push rod, dengan memberikan gaya pada piston yang ada di master silinder.
Akibatnya, ruang depan bagian piston pun menyempit dan membuat saluran reservoir menutup. Selanjutnya, cairan akan mengalir dari minyak rem ke ruang tekanan melewati port kompensasi, sehingga menyebabkan peningkatan pada saluran hidrolik.
Akibatnya, cairan itu pun terpaksa mengalir melalui saluran hidrolik untuk membuatnya normal kembali. Adapun cairan tersebut akan mengalir menuju brake lines atau kapiler.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
