
Angkutan Trans Jatim yang menggunakan Canter (Foto: Dony)
JawaPos.com - Kepala kuning yang menjadi legenda sudah menjadi kepercayaan masyarakat Indonesia menemani usahanya. Perjalanan 60 tahun bukan waktu yang sebentar, bahkan selalu mendominasi penjualan.
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku pemegang merek Mitsubishi Fuso yang termasuk didalamnya ada kepala kuning Canter memberikan layanan maksimal untuk konsumen. Baik terkait inovaasi produk hingga layanan aftersales.
Ini yang membuat Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah Jawa Timur menentukan pilihannya Canter FE 84G BC sebagai moda angkutan darat Trans Jatim.
Ainur Rofiq selaku Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur mengungkapkan bahwa ketangguhan Mitsubishi Canter memang sudah diakui dikalangan pengusaha. Baik logistik maupun transportasi.
"Kita pakai Mitsubishi Canter karena terkenal kuat dan mesinnya bandel dan yang penting sparepart mudah di dapat. Istilah viral sekarang tak gampang rungkad lah. Selama ini kita sudah menggunakan lancar-lancar saja dan nyaman. Selama perjalanan aman tanpa banyak kendala," ujarnya kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu (10/8) di GIIAS 2023.
Berbicara penggunaan bahan bakar yang sekarang sudah euro 4 bagaimana dengan armada trans jatim ? Menurut Ainur ini menyangkut anggaran biaya operasional kendaraan, pihaknya masih menggunakan solar biasa.
"Saat ini kami masih menggunakan solar biasa, nanti pada saatnya kalau terpenuhi anggaran kita akan beralih ke Pertadex atau yang disarankan pabrikan," tambahnya.
Meskipun menggunakan solar biasa, sebenarnya pihak KTB memberikan solusi untuk sering mengganti filter secara rutin agar performa tetap terjaga. Selain itu dilakukan perawatan berkala.
Masalah perawatan menurut Ainur dilakukan oleh pihak kedua selaku operator, namun disarankan menggunakan bengkel resmi dari Mitsubishi.
"Kita hanya bisa menyarankan kepada operator trans Jatim kalau bisa menggunakan bengkel resmi Mitsubishi karena selama ini pengalaman melihat yang lain," ujarnya.
Sementara di waktu yang berbeda Duljatmono, Sales Marketing Director, PT. KTB mengungkapkan bahwa Jawa Timur merupakan pasar yang potensial. Strategi layanan aftersales menjadi fokus KTB untuk mempermudah konsumen dalam hal perawatan diantaranya bengkel Siaga 24 Jam.
"Konsumen selama 24 jam 7 hari secara penuh yang membutuhkan penanganan dan perawatan tanpa mengambil jam operasional bisa memanfaatkan ini. Tidak perlu khawatir karena berbagai fasilitas penunjang untuk driver seperti ruang tunggu yang nyaman, shower room dan juga kamar tidur lengkap dengan peralatan tidurnya telah teresedia," ujarnya.
Strategi layanan purna jual dilakukan KTB dengan membuka Bengkel Siaga 24 Jam di beberapa wilayah strategis terus diperluas dan diperkuat. Hingga saat ini ada bengkel Siaga 24 Jam ada 11 berada di Pulau Jawa dan 5 di luar Pulau Jawa.
"Kehadiran bengkel ini dapat dipergunakan dalam perawatan maupun memperbaiki kendaraan diluar jam operasional normal diler (Setelah pukul 17.00 dan sebelum pukul 08.00)," ujar Duljatmono.
KTB memang tak pernah lepas mendominasi pasar kendaraan komersial, melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan Mitsubishi Fuso secara wholesales mencapai 17.098 unit sepanjang enam bulan pertama 2023, naik dari 15.799 secara YoY.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
