Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2020 | 09.48 WIB

Tutup Tahun Depan, Senator Australia Berminat Beli Murah Merek Holden

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pada Februari lalu, General Motors (GM) di Australia, Holden mengumumkan bakal melakukan penghentian seluruh kegiatannya di sana. Holden dinyatakan akan tutup setelah 164 tahun bersejarah memproduksi dan memasarkan mobil di sana.

Merek Holden juga sampai dan sempat populer di Indonesia di era 1980-an sampai 1990-an. Merek tersebut terkenal dengan mobil bermesin besar dan sampai kini bahkan memiliki basis komunitas yang kuat di tanah air.

Soal tutupnya Holden di Australia, mobil Holden kadung menjadi ciri Negeri Kanguru. Karena hal tersebut, penutupan Holden menuai pro dan kontra dan dibayangi oleh keinginan orang-orang Australia untuk menjaga Holden bagian dari identitas nasional mereka.

Sayangnya, tidak ada rencana untuk menghidupkan kembali merek di tengah penurunan global dalam penjualan mobil baru. Karenanya, penutupan harus tetap dilakukan.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Senator di Queensland, Australia, James McGrath yang kesal karena rencana tersebut, tertarik membeli merek Holden. Dia yang marah karena GM dianggap seenaknya menutup bagian dari sejarah Australia yakni merek Holden tertarik untuk membelinya seharga USD 1 atau berkisar Rp 14 ribuan dan mengubahnya ke jaringan diler yang ada.

“Jika General Motors berpikir merek itu tidak ada artinya, maka serahkan merek itu kembali ke Australia. Berikan kembali ke diler Holden," kata McGrath sambil mengkritik Chief Executive GM Marry Bara dikutip dari TheDrive, Senin (18/5).

GM di Australia sendiri terkait rencana penutupan Holden kini sedang menghadapi masalah hukum. "Sebenarnya saya senang membeli merek Holden dari General Motors dengan harga satu dolar. Saya akan mengirim Anda, nyonya Barra, USD 1 di pos dan Anda bisa memberi kami merek Holden kembali dan kami akan memberikannya kepada diler Holden," ungkap McGrath.

GM sendiri sedang menghadapi kasus hukum dengan jaringan diler Holden di Australia sejak keputusannya untuk membunuh merek awal tahun ini. Raksasa mobil asal Amerika Serikat (AS) itu dianggap menawarkan paket kompensasi yang dianggap sangat tidak memadai ke gerai ritelnya.

Paket kompensasi diberikan mulai dari USD 100.000 atau setara dengan Rp 1,4 miliaran hingga USD 2,4 juta atau berkisar Rp 35,7 miliaran tergantung pada keadaan toko. Menurut Senator McGrath, GM secara pribadi berusaha untuk membunuh pelan-pelan waralaba Holden di Australia.

"Terus terang, General Motors berusaha menyelinap di bawah sampul Covid-19 untuk menghilang dan meninggalkan bisnis Australia terdampar setelah 89 tahun berdiri," tambah Senator McGrath, merujuk pada kedatangan GM di Australia pada 1931.

Setelah pengumuman untuk menutup Holden sepenuhnya, Barra menjelaskan bahwa pembuat mobil akan mendukung ketersediaan layanan purnajual di Australia baik untuk pelanggan dan mitranya. Hal tersebut diklaim untuk memastikan transisi yang tertib di pasar yang terkena dampak.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=joEqh9W3z4E

https://www.youtube.com/watch?v=yzFL_FIfIhA

https://www.youtube.com/watch?v=6MLxJkqHU3I

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore