
Rest area KM 456 Salatiga, salah satu yang terbaik di Indonesia versi Kementerian PUPR karena desain yang diusung bangunan ini memakai tema pendopo./ Helen Komalasari
JawaPos.com-Jika Anda memilih mudik awal, alias masih jauh dari Lebaran, perjalanan malam hari bisa jadi pilihan bagus.
Itu karena, ketika malam hari di saat masih jauh dari hari-H, akan ada perbedaan volume yang signifikan dibandingkan siang hari. Kondisi jalan yang relatif lebih lengang serta rest area yang tidak terlalu padat menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemudik.
Hal itu berbeda ketika sudah mulai mendekati Idul Fitri, dimana volume kendaraan antara malam dan siang hari tak ada bedanya. Sama-sama melimpah di seluruh jalur mudik.
PT Jasa Marga melalui akun media sosial resminya juga menyaranankan perjalanan dilakukan pada malam hari.
Kendati demikian, ada banyak hal yang harus diperhatikan supaya perjalanan malam tetap lancar dan aman. Berikut ini adalah 5 strategi mudik malam hari yang aman dan nyaman yang disarankan Jasa Marga:
1. Gunakan Lampu Sorot Jauh (high beam) Mobil dengan Bijak
Penggunaan lampu sorot jauh dapat membantu pengemudi melihat kondisi jalan yang minim penerangan. Namun, lampu ini perlu digunakan secara bijak dan diredupkan ketika berada dalam jarak 150 meter saat berpapasan dengan kendaraan lain agar tidak mengganggu jarak pandang pengemudi lain.
2. Redupkan Lampu dashboard
Lampu dashboard yang terlalu terang dapat mengganggu fokus pengemudi lain saat
berkendara di malam hari. Mengatur pencahayaan dashboard secukupnya membantu pengemudi tetap nyaman dan fokus selama perjalanan agar dapat menjaga keselamatan berkendara.
3. Menjaga Kecepatan Kendaraan
Kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi jalan dan lalu lintas. Berkendara dalam batas aman yakni 60-80 km/jam untuk ruas tol dalam kota dan 60-100 km/jam untuk ruas tol luar kota sesuai aturan yang berlaku. Berkendara dengan kecepatan yang disarankan membantu pengemudi mengurangi risiko kecelakaan.
4. Pahami Rute yang dilalui
Pemudik disarankan memahami rute perjalanan sebelum berangkat, termasuk jalur
alternatif dan titik rest area. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan atau
kondisi darurat di perjalanan.
5. Istirahat bila Mengantuk

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
