
Sepeda motor mogok tiba-tiba bikin jengkel, bisa jadi karena masalah busi. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Merawat kendaraan pribadi bukan sekadar memastikan tampilan luar tetap prima, melainkan juga menjaga komponen vitalnya tetap dalam kondisi optimal. Salah satu bagian yang sering kali luput dari perhatian adalah busi.
Padahal, komponen kecil ini memegang peran besar dalam menunjang performa kendaraan bermotor. Tanpa perawatan rutin, busi yang bermasalah dapat membuat performa mesin menurun drastis, bahkan berujung pada kerusakan serius.
Busi memiliki dua fungsi utama. Selain menghasilkan percikan api untuk proses pembakaran di ruang mesin, ia juga bertugas mengalirkan panas dari ruang pembakaran ke sistem pendingin mesin.
Maka tak heran, kondisi busi yang prima sangat memengaruhi performa sepeda motor atau mobil Anda. Oleh karena itu, penting untuk mengganti busi secara berkala sesuai dengan interval yang telah ditentukan oleh pabrikan kendaraan.
Namun, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mengganti busi?
Pabrikan busi umumnya sudah menetapkan batas usia pemakaian ideal komponen ini. Sebagai pengguna, Anda juga bisa memeriksa langsung kondisi fisik busi pada kendaraan Anda.
Meski demikian, perlu ditekankan bahwa durasi penggantian yang direkomendasikan oleh pabrikan biasanya hanya menjadi acuan standar. Intensitas frekuensi penggunaan kendaraan, terutama jika sering melintasi medan berat, tentu mengharuskan Anda mengganti busi lebih sering.
Selain itu, pastikan Anda mengetahui jenis busi yang digunakan pada kendaraan Anda. Mengganti busi dengan jenis yang tidak sesuai dapat berdampak buruk pada performa mesin.
Diko Oktaviano, Technical Support PT Nittera Mobility Indonesia yang memproduksi busi NGK, menyarankan agar pengguna memahami jenis busi terlebih dahulu sebelum menentukan waktu penggantian. Dijelaskan bahwa busi terbagi dalam tiga kategori berdasarkan materialnya, yakni:
1. Busi nikel
2. Busi berbahan logam mulia tunggal seperti iridium
3. Busi berbahan logam mulia ganda atau laser iridium
Dari ketiga jenis tersebut, busi berbahan logam mulia ganda memiliki usia pakai paling panjang dibandingkan dua jenis lainnya. "Untuk motor dengan busi nikel, disarankan menggantinya setiap jarak tempuh 6.000 hingga 10.000 kilometer," ujar Diko.
Sementara itu, busi berbahan logam mulia tunggal memiliki masa pakai dua hingga tiga kali lebih lama daripada busi nikel. Adapun busi logam mulia ganda atau laser iridium bahkan bisa bertahan hingga 48.000 kilometer pada motor
Untuk mempermudah pemilik kendaraan dalam menentukan waktu penggantian busi, Diko membagikan tiga cara praktis:
1. Berdasarkan rumus perawatan rutin : Idealnya, jika oli mesin sudah diganti dua kali, maka penggantian busi dilakukan bersamaan dengan penggantian oli berikutnya.
2. Berdasarkan jarak tempuh : Selalu cek buku panduan kendaraan Anda; masing-masing pabrikan memberikan rekomendasi interval jarak tempuh untuk penggantian busi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
