Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Desember 2025 | 18.04 WIB

6 Masalah Umum dan Kerusakan pada Mobil Listrik yang Sering Diabaikan Pemilik, Lengkap dengan Cara Mengatasi

Deretan mobil listrik di Eropa menggambarkan ketergantungan industri otomotif pada pasokan logam tanah jarang dari Tiongkok. (Reuters)

JawaPos.com - Mobil listrik semakin populer berkat efisiensi, teknologi canggih, dan biaya operasional yang lebih hemat dibanding kendaraan konvensional. Namun di balik semua keunggulannya, ada sejumlah masalah umum yang kerap dialami pemilik mobil listrik, mulai dari penurunan performa baterai, gangguan sistem kelistrikan, hingga kesulitan menemukan stasiun pengisian saat perjalanan jauh. 

Jika tidak dipahami sejak awal, berbagai masalah ini bisa memengaruhi kenyamanan berkendara dan bahkan menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali potensi kerusakan dan tantangan yang mungkin muncul selama menggunakan mobil listrik. 

Dengan memahami penyebabnya dan mengetahui langkah pencegahan yang tepat, kamu bisa menjaga kendaraan tetap dalam kondisi optimal, memperpanjang usia pakai komponen penting, serta menghindari situasi yang dapat merugikan.

Berikut 6 masalah umum dan kerusakan yang biasa dirasakan pengguna mobil listrik dan tips menghindarinya seperti dirangkum dari laman platform informasi interaktif mengenai mobil listrik, Infomolis.id!

1. Penurunan Kualitas Baterai

Salah satu tantangan terbesar dalam merawat mobil listrik adalah degradasi baterai. Seiring penggunaan, kapasitas baterai perlahan menurun sehingga jarak tempuh per pengisian juga ikut berkurang. Untuk meminimalkan hal ini, kamu bisa menjaga kondisi suhu baterai agar tetap stabil dan tidak melakukan pengisian di suhu ekstrem. 

Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin bisa mempercepat kerusakan sel baterai. Selain itu, biasakan mengisi baterai hanya sampai kisaran 80 persen dan hindari terlalu sering mengisi hingga penuh, karena kebiasaan ini dapat membantu memperpanjang umur baterai dalam jangka panjang.

2. Gangguan Sistem Kelistrikan

Mobil listrik mengandalkan jaringan kelistrikan yang cukup rumit, sehingga kerusakan bisa terjadi jika ada komponen atau kabel yang bermasalah. Agar sistem listrik tetap bekerja optimal, lakukan pemeriksaan berkala saat servis rutin dan pastikan teknisi memeriksa seluruh bagian sistem kelistrikan.

Gunakan juga kabel pengisian yang berkualitas baik, serta cek kondisi fisiknya sebelum dipakai. Kabel yang aus atau rusak bisa memicu gangguan listrik yang lebih serius.

3. Pembaruan Perangkat Lunak yang Terlewat

Karena mobil listrik sangat mengandalkan software, pembaruan perangkat lunak menjadi hal penting untuk menjaga performa tetap prima. Kamu bisa mengaktifkan notifikasi pembaruan agar tidak ketinggalan update penting dari pabrikan. Selain itu, lakukan proses pembaruan ketika mobil terhubung ke Wi-Fi supaya tidak menghabiskan kuota internet dan proses update berjalan lebih stabil.

4. Pengaruh Cuaca Ekstrem

Kondisi cuaca tertentu, terutama yang ekstrem, bisa memengaruhi performa mobil listrik. Untuk menjaga kondisi kendaraan, kamu dapat menggunakan pelindung atau sarung untuk melindungi stasiun pengisian serta kabel dari hujan deras, panas berlebihan, atau salju. 

Bila kamu tinggal di wilayah yang punya musim dingin ekstrem, pertimbangkan menggunakan pemanas tambahan agar komponen penting mobil tidak mengalami pembekuan dan tetap berfungsi dengan baik.

5. Kesulitan Mencari Stasiun Pengisian

Salah satu tantangan umum pemilik mobil listrik adalah menemukan stasiun pengisian ketika sedang bepergian jauh. Supaya perjalanan lebih lancar, biasakan merencanakan rute terlebih dahulu dan cek lokasi stasiun pengisian di sepanjang jalur yang akan kamu lalui. Ada banyak aplikasi khusus yang bisa membantu, termasuk yang menyediakan informasi ketersediaan port, jarak tempuh, hingga tarif pengisian secara real time.

6. Keausan Ban yang Lebih Cepat

Karena bobot mobil listrik biasanya lebih berat akibat baterainya, ban cenderung lebih cepat aus dibandingkan mobil konvensional. Untuk mengurangi risiko ini, kamu perlu rutin memeriksa tekanan ban dan memastikan angkanya sesuai standar pabrikan. 

Melakukan rotasi ban secara berkala juga penting agar keausan terjadi lebih merata. Jika ingin hasil yang lebih optimal, pilih ban dengan resistensi bergulir rendah karena jenis ini mampu menghemat energi dan sekaligus mengurangi tingkat keausan ban.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore