
Ilustrasi Mobil listrik Hyundai di arena GJAW 2025. (Istimewa)
JawaPos.com - Minat masyarakat terhadap mobil listrik terus meningkat pada 2025, seiring turunnya biaya operasional dan semakin banyaknya pilihan model baru di pasar.
Apalagi ditambah pilihan di pasar yang semakin beragam, gempuran merek pendatang baru dari Tiongkok membuat persaingan di sektor ini menjadi panas.
Namun, sebelum memutuskan beralih dari mobil konvensional ke kendaraan listrik, ada sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan calon pembeli. Mulai dari lokasi produksi, fitur keselamatan, aftersales, hingga ketersediaan charging station.
Di tengah banyaknya pilihan EV, konsumen perlu memahami faktor-faktor yang benar-benar berdampak pada penggunaan sehari-hari.
Berikut lima tips utama yang bisa dijadikan panduan sebelum membeli mobil listrik di Indonesia.
Produksi lokal berpengaruh pada harga, ketersediaan suku cadang, hingga kecepatan waktu tunggu (lead time).
Saat ini, sejumlah pabrikan mulai merakit EV secara lokal, termasuk Hyundai melalui all-new Kona Electric yang diklaim memiliki TKDN hingga 80 persen, salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Kenapa ini penting? Sebab TKDN membuat harga lebih kompetitif berkat insentif. Suku cadang dipastikan lebih mudah didapat karena sudah diproduksi lokal dan servis lebih cepat karena komponen tersedia di dalam negeri.
Jika Anda ingin mobil listrik yang mudah dirawat untuk jangka panjang, periksa apakah model pilihan Anda dirakit secara CKD atau masih impor CBU.
Mobil listrik modern umumnya sudah dibekali teknologi keselamatan berbasis sensor atau ADAS (Advanced Driver Assistance Systems). Contoh fitur yang perlu dicermati ada beberapa.
Misalnya, Lane Keeping Assist (membantu menjaga posisi lajur), Smart Cruise Control (berguna saat macet dan perjalanan jauh) dan Blind-spot View Monitor (meminimalkan titik buta).
Selain itu, fitur konektivitas smartphone seperti remote AC, penguncian jarak jauh, dan find my car juga makin relevan—terutama bagi pengguna baru yang ingin memantau kondisi mobil setiap saat.
Jarak tempuh bukan sekadar angka di brosur, tetapi harus diuji di kondisi jalan sungguhan. Pada pengujian media, KONA Electric mencatat perjalanan Jakarta–Semarang sekitar 420 km dengan sisa baterai 15–20 persen.
Tips untuk pembeli, jika mobil dipakai dalam kota, daya jelajah 300–400 km sudah sangat cukup.
Sementara jika sering keluar kota, pilih baterai dengan jarak tempuh di atas 400 km dan pastikan jarak tempuh masih aman meski baterai tersisa 20–30 persen.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
