Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 November 2025 | 19.17 WIB

Skema Langganan Baterai VinFast: Mengubah Persepsi Mobil Listrik Jadi Solusi Mobilitas Praktis dan Terjangkau

VinFast mengirimkan 2.500 mobil listrik dari Pelabuhan MPC, Hai Phong, Vietnam ke Indonesia untuk dipasarkan. (Istimewa) - Image

VinFast mengirimkan 2.500 mobil listrik dari Pelabuhan MPC, Hai Phong, Vietnam ke Indonesia untuk dipasarkan. (Istimewa)

JawaPos.com - VinFast telah memperkenalkan opsi inovatif dalam penjualan kendaraan listrik (EV) di Indonesia, yaitu dengan skema battery subscription. Pilihan ini memungkinkan konsumen membeli kendaraan dengan harga lebih rendah tanpa baterai, yang kemudian dilengkapi dengan biaya langganan bulanan untuk pemakaian baterai (model Battery-as-a-Service atau BaaS).

Selama ini, kendaraan listrik sering dipandang sebagai teknologi mahal dan rumit. Harga baterai yang tinggi, kekhawatiran soal umur pakai, hingga keterbatasan infrastruktur pengisian membuat banyak masyarakat ragu untuk beralih dari mobil konvensional.

Namun, langkah inovatif yang dilakukan VinFast lewat skema berlangganan baterai BaaS mulai mengubah cara pandang tersebut.

Melalui konsep ini, VinFast menghadirkan model kepemilikan baru yang lebih ringan di biaya awal, lebih aman dalam perawatan, dan lebih fleksibel bagi semua kalangan.

Pendekatan ini, yang telah mengalami penyesuaian kebijakan dari 2024 hingga 2025, memberikan dampak signifikan terhadap aksesibilitas EV, pengelolaan kepemilikan, infrastruktur pengisian daya, serta persepsi masyarakat terhadap mobil listrik.

Pendekatan VinFast di Indonesia

Melalui skema BaaS, VinFast menawarkan fleksibilitas pembelian kendaraan dengan atau tanpa baterai. Konsumen yang memilih opsi tanpa baterai membayar harga On The Road (OTR) lebih rendah tetapi harus membayar biaya langganan bulanan.

Berbagai model seperti VF3, VF5, VF e34, VF6, dan VF7 termasuk dalam program ini. Pada pertengahan 2025, VinFast sempat menghentikan sementara skema tersebut sebelum meluncurkan kembali paket baru, menunjukkan respons adaptif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan ekosistem EV.

Dengan strategi dengan menerapkan kebijakan BaaS yang dilakukan VinFast mempunyai dampak

1. Menurunkan Hambatan Finansial Awal

Salah satu alasan utama mobil listrik dianggap mahal adalah harga baterai—komponen paling mahal dalam kendaraan listrik, bisa mencapai 30–40% dari total harga mobil.

Dengan skema berlangganan, VinFast memisahkan harga baterai dari harga kendaraan, sehingga masyarakat bisa membeli mobil listrik dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan model konvensional.

Misalnya, konsumen hanya membayar harga kendaraan tanpa baterai, lalu membayar biaya langganan baterai setiap bulan sesuai pemakaian. Pendekatan ini membuat mobil listrik tidak lagi hanya milik kalangan atas, tetapi bisa dijangkau oleh lebih banyak pengguna, termasuk keluarga muda, pelaku usaha kecil, hingga armada taksi dan logistik.

2. Meminimalisasi Risiko Degradasi Baterai

Langganan baterai mengalihkan risiko degradasi dan biaya penggantian kepada produsen. Konsumen dilindungi melalui layanan penggantian atau perawatan yang dijamin oleh VinFast.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore