
VinFast mengirimkan 2.500 mobil listrik dari Pelabuhan MPC, Hai Phong, Vietnam ke Indonesia untuk dipasarkan. (Istimewa)
JawaPos.com - VinFast telah memperkenalkan opsi inovatif dalam penjualan kendaraan listrik (EV) di Indonesia, yaitu dengan skema battery subscription. Pilihan ini memungkinkan konsumen membeli kendaraan dengan harga lebih rendah tanpa baterai, yang kemudian dilengkapi dengan biaya langganan bulanan untuk pemakaian baterai (model Battery-as-a-Service atau BaaS).
Selama ini, kendaraan listrik sering dipandang sebagai teknologi mahal dan rumit. Harga baterai yang tinggi, kekhawatiran soal umur pakai, hingga keterbatasan infrastruktur pengisian membuat banyak masyarakat ragu untuk beralih dari mobil konvensional.
Namun, langkah inovatif yang dilakukan VinFast lewat skema berlangganan baterai BaaS mulai mengubah cara pandang tersebut.
Melalui konsep ini, VinFast menghadirkan model kepemilikan baru yang lebih ringan di biaya awal, lebih aman dalam perawatan, dan lebih fleksibel bagi semua kalangan.
Pendekatan ini, yang telah mengalami penyesuaian kebijakan dari 2024 hingga 2025, memberikan dampak signifikan terhadap aksesibilitas EV, pengelolaan kepemilikan, infrastruktur pengisian daya, serta persepsi masyarakat terhadap mobil listrik.
Pendekatan VinFast di Indonesia
Melalui skema BaaS, VinFast menawarkan fleksibilitas pembelian kendaraan dengan atau tanpa baterai. Konsumen yang memilih opsi tanpa baterai membayar harga On The Road (OTR) lebih rendah tetapi harus membayar biaya langganan bulanan.
Berbagai model seperti VF3, VF5, VF e34, VF6, dan VF7 termasuk dalam program ini. Pada pertengahan 2025, VinFast sempat menghentikan sementara skema tersebut sebelum meluncurkan kembali paket baru, menunjukkan respons adaptif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan ekosistem EV.
Dengan strategi dengan menerapkan kebijakan BaaS yang dilakukan VinFast mempunyai dampak
1. Menurunkan Hambatan Finansial Awal
Salah satu alasan utama mobil listrik dianggap mahal adalah harga baterai—komponen paling mahal dalam kendaraan listrik, bisa mencapai 30–40% dari total harga mobil.
Dengan skema berlangganan, VinFast memisahkan harga baterai dari harga kendaraan, sehingga masyarakat bisa membeli mobil listrik dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan model konvensional.
Misalnya, konsumen hanya membayar harga kendaraan tanpa baterai, lalu membayar biaya langganan baterai setiap bulan sesuai pemakaian. Pendekatan ini membuat mobil listrik tidak lagi hanya milik kalangan atas, tetapi bisa dijangkau oleh lebih banyak pengguna, termasuk keluarga muda, pelaku usaha kecil, hingga armada taksi dan logistik.
2. Meminimalisasi Risiko Degradasi Baterai
Langganan baterai mengalihkan risiko degradasi dan biaya penggantian kepada produsen. Konsumen dilindungi melalui layanan penggantian atau perawatan yang dijamin oleh VinFast.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
