
Towing Suzuki bantu evakuasi mobil yang terendam banjir Jabotabek. (Istimewa)
JawaPos.com - Bagi yang sering melintas di jalan tol, tidak asing jika melihat ada mobil mogok atau berhenti mendadak karena mesinnya mati. Dalam situasi seperti itu, pengemudi atau penumpang mobil rusak itu kerap panik. Apalagi di dalam mobil itu ada anak-anak atau orang tua yang ikut perjalanan.
Berdasara data Korlantas Polri, rata-rata terjadi sekitar 8.000 kecelakaan lalu lintas setiap bulan di jalan tol Indonesia. Sebagian besar (sekitar 85 persen) dipicu faktor pengemudi, mulai dari kelelahan, kurang konsentrasi, hingga reaksi terlambat saat menghadapi situasi darurat.
Selain itu, ribuan kendaraan juga mengalami gangguan teknis seperti mesin overheat, aki mati, hingga ban bocor setiap harinya. Namun, ketika kendaraan terhenti di tengah jalan tol, persoalan tidak berhenti di situ.
Keterbatasan armada derek resmi yang umumnya hanya tersedia di titik-titik tertentu membuat waktu tunggu bantuan bisa lama, terutama saat musim liburan.
Di tengah kondisi itu, muncul tren baru di kalangan pemilik mobil: menggunakan layanan towing dengan metode gendong (car carrier) ketimbang derek konvensional.
Pada derek biasa, roda belakang atau depan kendaraan masih menyentuh aspal dan ikut berputar selama proses penarikan. Sementara pada towing gendong, mobil diangkat sepenuhnya ke atas truk datar, sehingga lebih aman untuk sistem suspensi, transmisi, dan bumper kendaraan.
Metode ini sangat dianjurkan untuk mobil bertransmisi otomatis, mobil listrik, maupun kendaraan berteknologi tinggi yang sensitif terhadap guncangan atau gesekan di jalan. Apalagi, mobil modern punya sistem kelistrikan yang kompleks.
"Menariknya dengan derek konvensional bisa berisiko merusak transmisi atau sensor kendaraan,” ujar Ardyanto Alam, CEO Garasi.id, dalam keterangannya.
Selain membantu saat mogok di tol, layanan towing gendong juga jadi solusi aman bagi pemilik kendaraan yang terendam banjir. Data BNPB menunjukkan, banjir rutin terjadi di banyak wilayah Indonesia, dan kendaraan yang terendam berpotensi mengalami kerusakan serius pada sistem mesin dan kelistrikan.
Sayangnya, masih banyak pemilik mobil yang nekat mencoba menghidupkan kendaraan setelah air surut, padahal langkah ini bisa membuat kerusakan makin parah.
Dalam situasi ini, towing gendong bisa dikatakan pilihan paling aman dan bijak, karena mobil tidak dipaksa berjalan dan bisa langsung dibawa ke bengkel tanpa risiko tambahan.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan towing yang cepat dan aman, sejumlah platform digital kini menyediakan sistem pemesanan real-time 24 jam, yang bisa diakses lewat situs atau aplikasi pesan instan.
Salah satunya adalah Towing Express dari Garasi.id, yang menghadirkan layanan towing gendong di berbagai kota besar hingga daerah pinggiran. "Situasi darurat tidak mengenal waktu, dan kami ingin memastikan pengguna kendaraan bisa mendapatkan bantuan dengan cepat dan mudah kapan saja," tambah Ardyanto.
Intinya, di tengah padatnya lalu lintas dan meningkatnya kepemilikan mobil pribadi, towing gendong kini bukan sekadar layanan premium, melainkan kebutuhan dasar bagi pengendara modern.
Selain melindungi kendaraan dari kerusakan tambahan, metode ini juga memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi waktu saat insiden tak terduga terjadi di jalan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
