
ILUSTRASI. Pengendara mengisi BBM di SPBU Shell di Kawasan Rawamanggun, Jakarta, Rabu (17/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Fenomena kelangkaan BBM pada penyedia BBM non-subsidi atau swasta di Indonesia menimbulkan sejumlah kecemasan. Ini dikarenakan persepsi konsumen yang meyakini bahwa produk BBM dari SPBU swasta yang mereka gunakan lebih bersih alias rendah sulfur.
Masyarakat pun khawatir, apa dampaknya jika kendaraan mereka tiba-tiba digelonggong BBM yang memiliki kandungan sulfur yang tinggi.
Melihat hal ini, pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan apa yang terjadi jika kendaraan bermotor yang awalnya terbiasa menggunakan BBM dengan sulfur rendah, lalu beralih ke BBM yang memiliki sulfur tinggi.
Menurutnya, kendaraan bermotor tersebut akan mengalami beragam perubahan, seperti tenaga yang terasa berkurang hingga mesin yang lebih gampang panas.
"Jika motor modern awalnya pakai BBM sulfur rendah lalu beralih ke sulfur tinggi, maka secara akumulatif, tenaganya akan terasa berkurang, akselerasi tersendat, bensin terasa jadi lebih boros dan mesin lebih panas akibat penumpukan kerak di injektor," kata Yannes saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (28/9).
Tak hanya itu, aroma asap knalpot juga akan tercium aroma belerang. Yannes menekankan, Jika hal ini dibiarkan dan berlangsung lama, maka knalpotnya akan berkarat dan keropos lebih cepat.
"Terutama di bagian dalamnya, mesin mulai susah dihidupkan, sering mati mendadak akibat penyumbatan di nozzle injektornya dan butuh pembersihan intensif," jelasnya.
Di sisi lain, BBM yang memiliki kandungan sulfur tinggi juga berdampak pada lingkungan sekitar. Menurutnya, BBM yang tinggi kandungan sulfur akan menghasilkan polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Bahkan, BBM ini juga akan memberikan dampak negatif kepada kendaraan bermotor jika digunakan pada kendaraan Euro 4 ke atas yang memakai mesin aluminium alloy ringan dan alat penyaring polusi di knalpot.
"Jika memakai BBM sulfur tinggi, saat mesin hidup, akan terbentuk asam sulfat yang merusak komponen mesin (seperti piston) dan mengikis alat penyaring polusinya. Akibatnya, emisi gas buang jadi lebih kotor, mesin boros, dan cepat panas. Bahkan sekali isi pun bisa menyumbat injektor," tukasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
