Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 16.11 WIB

Cara Mengemudi yang Efisien, Bagaimana Perilaku Sopir Menentukan Konsumsi BBM

Ilustrasi cara mengemudi sopir. (istockphoto.com) - Image

Ilustrasi cara mengemudi sopir. (istockphoto.com)

JawaPos.com - Tidak banyak yang menyadari bahwa perilaku sopir di balik kemudi punya peran besar dalam menentukan seberapa boros atau hemat konsumsi bahan bakar. Dalam dunia transportasi, setiap gerakan pedal gas, rem mendadak, atau idle berlebihan bisa menggerogoti efisiensi BBM.

Maka tak heran jika pelatihan mengemudi efisien (eco-driving) kini menjadi investasi penting bagi banyak perusahaan logistik. Misalnya, kebiasaan menekan pedal gas terlalu dalam untuk akselerasi cepat dapat meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan.

Sebaliknya, jika sopir menjaga kecepatan konstan dan menghindari akselerasi atau pengereman mendadak, konsumsi bahan bakar bisa ditekan hingga 10–15 persen. Angka ini sangat besar bila dikalikan jumlah kendaraan dan hari operasional dalam sebulan.

Dilansir dari cartrack.co.za, gaya mengemudi yang efisien bukan hanya menghemat bahan bakar, tetapi juga memperpanjang umur komponen kendaraan seperti rem, ban, dan transmisi. Sopir yang tahu cara mengatur beban, menghindari idle berlebihan, dan menggunakan gigi transmisi secara tepat, akan lebih jarang berurusan dengan biaya perbaikan mendadak.

Selain itu, pelatihan eco-driving juga melatih sopir untuk lebih memperhatikan kondisi jalan, cuaca, dan lalu lintas. Mereka diajarkan untuk membaca situasi lebih baik sehingga bisa menghindari kemacetan atau jalur yang padat. Semakin lancar perjalanan, semakin hemat pula bahan bakarnya.

Teknologi GPS dan perangkat telematika kini memungkinkan perusahaan memantau gaya mengemudi sopir secara real time. Data tentang kecepatan, idle time, akselerasi, dan pengereman bisa dianalisis untuk memberi umpan balik langsung pada pengemudi. Beberapa perusahaan bahkan memberikan insentif bagi sopir dengan skor eco-driving terbaik.

Perusahaan juga bisa memanfaatkan data ini untuk membuat program pelatihan berkelanjutan. Bukan hanya satu kali pelatihan awal, tetapi pembinaan berkala agar sopir tetap disiplin dan termotivasi menjaga efisiensi. Ini juga memperkuat budaya kerja yang peduli terhadap performa dan efisiensi di seluruh lini operasional.

Di sisi lain, sopir pun mendapat keuntungan langsung dari kebiasaan mengemudi efisien. Perjalanan jadi lebih nyaman, stres berkurang, dan risiko kecelakaan lebih kecil. Dalam jangka panjang, gaya mengemudi yang efisien bukan hanya menghemat uang, tapi juga menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.

Dengan edukasi yang tepat dan pemanfaatan teknologi, perilaku sopir bisa diubah secara positif dan berdampak besar pada efisiensi bahan bakar. Ini membuktikan bahwa solusi penghematan tidak selalu butuh teknologi mahal, cukup dengan perubahan kebiasaan dan kesadaran dari manusia di balik setir. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore