Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 17.31 WIB

Hyundai Tetap Fokus pada Pengenalan Produk Baru dan Perkuat Ekosistem EV di Tengah Penurunan Daya Beli Masyarakat pada Awal 2025

IONIQ 5, salah satu produk EV andalan Hyundai di Indonesia. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

 
 
JawaPos.com - Angka penjualan mobil nasional masih mengalami kelesuan pada 2025. Bahkan, berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), total penjualan mobil secara wholesales mengalami penurunan 11,3% secara year-on-year (YoY) pada Januari 2025 dibanding tahun lalu.
 
 
Angkanya pun hanya mencakup 61.843 unit, berbeda dengan tahun lalu yang mencapai 69.758 unit. Sementara itu, penjualan ritel juga ikut turun 18,6% YoY menjadi 63.858 unit, dibandingkan 78.437 unit dalam periode yang sama pada 2024.
 
Menanggapi hal ini, Chief Operating Officer PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menekankan, bahwa setiap brand mempunyai strategi masing-masing untuk menghadapi penurunan ini. Namun, Hyundai tetap akan berfokus pada pengenalan produk-produk baru.
 
“Hyundai tetap berpegang pada pengenalan produk-produk baru. Jadi kita akan tetap konsisten untuk menggunakan produk baru. Baik itu yang sifatnya minor perubahannya, yang major ataupun new model. Itu yang kita akan tekankan,” kata Fransiscus di Jakarta, Kamis (20/3).
 
Tak hanya itu, produsen otomotif asal Korea Selatan ini juga menekankan untuk memperkuat ekosistem EV, termasuk layanan after-salesnya. Misalnya dengan menghadirkan pelayanan charging station services ataupun free charging.
 
“Nah itu yang kita lakukan bersama dengan kolaborasi kita dengan beberapa partnernya kita. Itu yang kita terus lakukan untuk memperkuat pasar di Indonesia,” jelas dia.
 
Dia pun berharap bahwa Gaikindo sebagai asosiasi untuk memberikan regulasi atau pembantuan dari pemerintah untuk bisa menaikan pasar. Hal ini bisa saja berbentuk insentif lagi.
 
“Ya mungkin seperti itu (insentif). Supaya bisa menarik daya beli masyarakat lagi. Supaya bisa lebih membeli kendaraan lebih banyak lagi dan nanti terjadi yang namanya kompetisi dalam customer membeli kendaraan,” ungkap dia.
 
“Kita udah sampaikan (ke Gaikindo) tapi bentuknya bukan aturan regulasi ataupun insentif. Tapi kita lebih mengarahkan bahwa kita itu bisa punya peluang untuk meningkatkan ekspor,” imbuhnya.
 
Meski terdapat penurunan daya beli pada masyarakat, Hyundai tetap tak akan merevisi target market share pada tahun ini dengan angka sekitar 4 persen.
 
“So far nggak ada (perubahan target).Jadi kita tetap intinya menjaga bisnis plan yang sudah kita buat di akhir tahun lalu dan kita akan continue karena kita percaya market Indonesia akan terus tumbuh,” tutup Fransiscus. (*)
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore