Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 16.14 WIB

Fakta Medis Ungkap Bau Mobil Baru Ternyata Nggak Baik untuk Kesehatan, Bisa Sebabkan Kanker

Ilustrasi: Bau mobil baru ternyata berbahaya untuk tubuh. (PowerNation TV).


 
JawaPos.com - Banyak dari kita pasti suka dengan aroma kabin atau interior mobil baru. Baunya khas, seperti bau kulit berpadu dengan bau bahan-bahan pembuatan interior mobil. Sulit dijabarkan, tapi menarik.
 
Namun ternyata, bau mobil baru nggak baik untuk kesehatan. Sebab seperti sudah kami ulas sebelumnya, bau-bauan yang muncul dari mobil baru merupakan akumulasi dari penguapan zat kimia yang menjadi bahan pembuat interior.
 
Bahkan, para peneliti di Universitas Harvard dan Institut Teknologi Beijing di Tiongkok melakukan penelitian terhadap bahan kimia yang menciptakan bau mobil baru, dan menemukan bahwa bau tersebut dapat meningkatkan risiko kanker, dan tidak butuh waktu lama untuk berada di dalam kendaraan agar menjadi bahaya. 
 
Penelitian tersebut, sebagaimana dilansir dari USA Today, pernah dipublikasikan pada hari Rabu di jurnal Cell Reports Physical Science.
 
Para peneliti memeriksa kualitas udara di mobil-mobil baru menggunakan sensor untuk mendeteksi berbagai bahan kimia. Mobil-mobil tersebut disegel dan diparkir di luar selama 12 hari berturut-turut dalam berbagai kondisi lingkungan.
 
Apa yang ditemukan peneliti?
Hasil pada mobil baru menunjukkan formaldehida, senyawa kimia yang menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS dapat menyebabkan kanker. Ditemukan juga asetaldehida, senyawa kimia yang mungkin bersifat karsinogenik bagi manusia.
 
 
Secara keseluruhan, kombinasi senyawa organik volatil ditemukan berada pada tingkat yang dianggap "risiko kesehatan potensial tinggi," yang berarti bahan kimia dalam bau mobil baru menimbulkan "risiko kesehatan tinggi bagi pengemudi."
 
"Perhitungan terperinci menunjukkan bahwa rute inhalasi memainkan peran penting dalam risiko kanker bagi pengemudi dan penumpang yang terpapar," catat penelitian tersebut. 
 
Para peneliti juga menemukan konsentrasi bahan kimia meningkat saat cuaca lebih hangat. Untuk negara tropis seperti Indonesia, tampaknya harus menjadi perhatian juga.
 
Sebagai informasi, ini bukan pertama kalinya bau mobil baru ditemukan berbahaya. Sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan oleh para peneliti di University of California, Riverside menemukan bahwa menghabiskan lebih banyak waktu di dalam mobil baru dapat meningkatkan risiko kanker, dan orang-orang dapat terpapar bahan kimia dalam kadar yang tidak aman hanya dalam waktu 20 menit.
 
 
Menurut EPA, formaldehida adalah "gas yang tidak berwarna, mudah terbakar pada suhu ruangan, dan memiliki bau yang kuat". Formaldehida dapat ditemukan dalam berbagai produk rumah tangga, serta kain cetak permanen, cat dan pelapis, pernis, dan pelapis akhir.
 
Asetaldehida adalah "zat antara dalam sintesis bahan kimia lainnya," kata EPA , dan digunakan dalam produksi parfum, resin poliester, dan pewarna dasar.
 
Para peneliti mengatakan temuan mereka "akan membantu perancang kendaraan dalam memilih material kabin yang tepat dengan potensi emisi yang lebih rendah untuk mencapai pengendalian sumber yang efektif dan dengan demikian meningkatkan kualitas udara di dalam kabin."
 
 
 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore