
Ilustrasi membedakan spare part asli dengan palsu. (Istimewa)
JawaPos.com – Spare part atau suku cadang merupakan hal yang penting pada kendaraan, baik motor atau mobil. Untuk bisa tetap jalan dan digunakan sebagaimana mestinya, ketersediaan spare part ini menjadi bagian penting dalam perawatan kendaraan.
Memang, di pasaran tersedia beragam jenis dan merk spare part kendaraan yang bisa dipakai. Namun untuk performa yang maksimal, awet dan berfungsi seperti standar pabrikan, disarankan untuk menggunakan hanya suku cadang asli.
Ada juga yang aftermarket atau OEM, yang kualitasnya bisa setara dengan spare part genuine atau asli. Yang meresahkan adalah peredaran spare part palsu atau KW.
Spare part palsu ini beda dengan aftermarket atau OEM yang memang secara kualitas punya standar yang tinggi dan dibuat menyesuaikan kebutuhan pabrikan. Spare part palsu sengaja dibuat untuk meniru yang asli, baik dari segi kemasan, label dan bentuknya.
Namun kebanyakan, spare part palsu ini kualitasnya berada jauh di bawah spare part asli, aftermarket, atau OEM. Mengecoh masyarakat karena dibuat seolah-olah asli, padahal palsu.
Menyoal spare part palsu, Sugiyarto, Head of Domestic Spareparts Sales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengingatkan, masyarakat jangan terkecoh dengan spare part palsu di pasaran.
"Kami terus mengingatkan pelanggan Suzuki untuk tidak terkecoh dengan peredaran spare part palsu. Kami ingatkan pelanggan membeli spare part hanya di bengkel resmi," kata Sugiyarto di Media Gathering Suzuki, Jumat (17/1).
Sugiyarto menambahkan, untuk bisa membedakan mana spare part asli dan palsu, masyarakat bisa melihat beberapa ciri. Misalnya kemasan yang terdapat nomor seri dan kode.
Untuk menentukan apakah spare part yang Anda beli original, pastikan untuk cek kode dan nomor seri pada spare part. Apabila berasal dari bengkel resmi, maka pasti tertera nomor seri pada spare part.
Lalu, nomor seri tersebut pasti tercantum dalam katalog resmi produk. Sehingga, bila anda mendapati perbedaan dan kejanggalan antara keduanya, maka sebaiknya berpikir lagi sebelum membeli spare part tersebut.
Spare part mobil yang palsu pun bisa saja memiliki nomor seri. Umumnya, nomor seri palsu akan terlihat tidak pas cetakannya, lalu tidak sesuai, serta mudah pudar. Maka dari itu, anda perlu lebih jeli agar bisa mengetahui keaslian suatu spare part.
Keaslian suatu spare part juga dapat anda ketahui dari kemasannya. Pada kemasan spare part asli, bahan kardus akan terasa tebal dan halus. Kualitasnya terlihat dari warna dan tulisan pada kardus yang jelas, terang, serta tidak kusam.
Lalu, pada kemasan spare part asli terdapat stiker hologram dengan logo terlihat jelas dan tajam. Jika anda coba lepas pun, stiker tersebut tidak akan mudah terlepas.
"Apabila anda mendapatkan spare part mobil palsu, maka kualitas kemasan kardus cenderung tidak premium dan warna serta tulisan terlihat buram. Stiker hologram pada kemasan palsu pun mudah lepas, serta tidak terlihat jelas maupun berdimensi," tandas Sugiyarto.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
