
Foto: Sistem transmisi DCT. (AutoDeal).
JawaPos.com - Sistem penggerak atau transmisi pada mobil telah berkembang sangat jauh dari generasi awalnya. Bila sebelumnya terbilang cukup rumit dan nggak praktis dioperasikan, sekarang transmisi mobil lebih nyaman dan sangat memudahkan pengemudi.
Salah satunya berkat kehadiran sistem transmisi otomatis atau matic pada mobil-mobil terbaru. Transmisi otomatis pada mobil juga terbagi lagi atas beberapa jenis dan model yang dibedakan berdasarkan cara kerjanya.
Paling populer adalah matic konvensional atau Torque Converter dan Continuously Variable Transmission (CVT). Namun jangan lupa, ada jenis lainnya yang nggak kalah populer, dia adalah DCT atau Dual Clutch Transmission.
Menyoal CVT vs DCT, muncul dan dibanding-bandingkan lagi karena kehadirannya di dua mobil baru Hyundai yakni New Creta dan New Creta N Line Turbo. Keduanya hadir dengan pilihan transmisi otomatis yang disebut IVT dan DCT pada varian Creta N Line Turbo.
IVT secara umum sama dengan CVT. Sementara DCT berbeda secara garis besar dan prinsip kerjanya. Perbedaan kedua jenis transmisi otomatis tersebut sudah kami ulas sebelumnya.
Sekarang pertanyaannya, lebih bagus dan lebih kuat mana? Antara transmisi matic CVT atau DCT.
Dilansir dari AutoDeal, transmisi DCT umumnya hadir pada mobil-mobil modern yang mengedepankan kinerja dan performa. Memang bisa lebih unggul secara rasa dan respons ketimbang transmisi CVT, namun DCT punya kelemahan.
Pada kecepatan yang lebih rendah, DCT bisa sedikit bermasalah terutama jika Anda berhadapan dengan lalu lintas yang stop and go secara sering. Jika sering menghadapi skenario lalu lintas demikian, transmisi DCT bisa terasa mati rasa dan tidak responsif dalam lalu lintas terutama pada mobil ekonomis yang semuanya dibuat dengan harga yang terjangkau.
Meskipun transmisi harus direkayasa untuk menahan beban, Anda mungkin menemukan bahwa beberapa sistem tidak disetel atau diarahkan untuk penggunaan jalan raya perkotaan yang memang karakteristiknya padat.
Beberapa DCT dengan tipe kering dari beberapa merek diketahui cepat aus saat terkena lalu lintas kota yang mengerikan. Sementara yang DCT tipe basah diyakini lebih baik walaupun sedikit.
DCT tipe basah adalah jenis transmisi yang dilumuri oli. Tipe ini diyakini lebih awet jika tidak lebih awet daripada DCT kering. Perpindahan gigi juga sedikit lebih halus berkat pelumas dalam sistem.
Meskipun, ada beberapa pengecualian, tetapi jika DCT tidak sering digunakan pada kendaraan berperforma tinggi, perpindahan gigi tidak akan terasa secepat kilat.
Semuanya bergantung pada desain pabrikan dan seberapa agresif mereka menginginkan DCT untuk berpindah dan mengunci gigi.
Sementara CVT, terdiri dari sabuk dan dua katrol, CVT adalah transmisi terbaik secara teori. Dikurangi batasan torsi dan batasan daya dari jenis transmisi, CVT adalah transmisi tercepat dan terefisien yang banyak dipasang di mobil modern.
Alasannya adalah, ia menjaga mobil Anda pada powerband (rentang tenaga sirkular) optimal untuk mencapai akselerasi tercepat dan terefisien yang memungkinkan. Sebagian besar mesin bensin mencapai daya puncak sekitar 80% dari jarak ke redline, dan CVT diarahkan untuk menjaga mesin tetap berputar di tempat tenaga paling banyak dihasilkan atau biasanya di di putaran rendah dimana torsi biasa dihasilkan.
