
Harga mobil bekas Toyota Soluna sekarang makin murah. (OLX)
JawaPos.com-Walaupun masa keemasannya sudah lewat, tetapi bagi sebagian orang, sedan tetap merupakan mobil yang menarik. Aura elegan yang dipancarkan dan gengsi yang ditawarkan menjadi alasan utama.
Masa keemasan sedan terjadi pada periode 1980 hingga 2000-an, saat model-model sedan dari Jepang, Eropa, bahkan Amerika Serikat (AS) membanjiri pasar otomotif nasional. Sedan Jepang paling banyak digandrungi karena harga yang lebih terjangkau dan ketersediaan suku cadang lebih melimpah.
Dua di antaranya adalah Toyota Soluna dan Honda City Type Z. Keduanya merupakan representasi sedan Jepang berukuran kompak yang lahir pada era pergantian milenium.
Toyota Soluna meluncur di Indonesia pada tahun 2000 setelah sebelumnya sukses penjualannya di Thailand. Secara kelas, Soluna berada di bawah Toyota Corolla sekaligus menjadi sedan Toyota paling terjangkau yang dipasarkan di Tanah Air saat itu. Mesinnya berkapasitas 1.500cc berkode 5A-FE dengan tenaga 93 Daya Kuda (DK) dan disalurkan ke dua roda depan melalui transmisi otomatis empat percepatan atau manual lima percepatan.
Sementara Honda City Type Z juga meluncur di Indonesia pada tahun 2000 sebagai versi facelift dari Honda City generasi ketiga yang telah hadir di Tanah Air sejak 1996. Sama halnya Soluna, City Type Z juga menjadi pemain di kelas sedan berukuran kompak. Akan tetapi, spesifikasi mesin sedan terkecil Honda ini lebih menjanjikan.
Sama-sama berkapasitas 1.500cc, tetapi City Type Z sudah mengadopsi teknologi VTEC kebanggaan Honda sehingga tenaga mesinnya mencapai 115 DK. Tenaga mesin itu juga disalurkan ke dua roda depan melalui transmisi otomatis empat percepatan atau manual lima percepatan.
Kedua mobil sama-sama terbilang standar untuk di zamannya. Baik Soluna maupun City Type Z tidak mempunyai fitur-fitur yang tergolong menonjol. Pada aspek keselamatan, belum tersemat rem ABS dan kantong udara yang jamak pada mobil-mobil zaman sekarang. Walaupun begitu, City Type Z memiliki keunggulan pada pengaturan arah semburan AC yang lengkap.
Akan tetapi dengan spesifikasi yang terbilang simpel tersebut, keduanya relatif mudah dalam hal perawatan. Bahkan bengkel umum juga bisa menanganinya, tidak harus di bengkel resmi. Keunggulan lain terletak pada konsumsi bahan bakar yang irit untuk ukuran mobil yang sudah lumayan berumur.
Apalagi, baik Soluna maupun City Type Z juga telah mengadopsi teknologi injeksi. Dari pengetesan yang dilakukan, Soluna mampu mencatat 12 hingga 14 kilometer per liter. Sedangkan City Type Z berada di angka 13 hingga 15 kilometer per liter. Mirip-mirip.
Berdasarkan pasaran harga bekas, keduanya juga sudah sangat terjangkau. Dari penelusuran di situs OLX pada hari Jumat (10/1), harga Soluna mulai Rp 25 juta saja. Sedangkan City Type Z paling murah berada di angka Rp 30 juta. (*)

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
