JawaPos.com - Produsen otomotif asal Jepang, Toyota akan menambah nilai investasi di negara tetangga, Thailand. Angka investasi tersebut mencapai 55 miliar baht atau setara dengan Rp 26 triliun untuk memperluas produksi mobil hybrid.
Seperti dilansir dari Bangkok Post, Chairman Toyota, Akio Toyoda bahkan telah menyampaikannya sendiri investasi tersebut ketika bertemu langsung dengan PM Thailand, Paetongtarn Shinawatra pada minggu lalu di Gedung Pemerintah.
Menteri Perindustrian, Akanat Promphan, mengatakan, investasi tersebut akan melibatkan perombakan lini untuk mendukung produksi mesin pembakaran internal dan motor listrik bertenaga baterai untuk kendaraan hybrid.
Investasi tersebut juga akan mengarah pada penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan pengembangan tenaga kerja.
Sementara itu, menurut juru bicara pemerintah, PM Shinawatra menegaskan kesiapan pemerintah untuk menyelaraskan kebijakannya dengan kebutuhan industri otomotif, menyeimbangkan kepentingan produsen dan konsumen untuk mencapai manfaat ekonomi bersama.
Ia menekankan komitmen pemerintah untuk mendukung investasi dan menumbuhkan kepercayaan pada sektor manufaktur Jepang di Thailand, serta pada bisnis Thailand di industri terkait dan produsen suku cadang lokal.
Kebijakan tersebut akan mencakup promosi pertumbuhan berkelanjutan dalam industri kendaraan listrik (EV), sementara pemerintah berupaya memajukan inisiatif energi hijaunya.
Adapun Toyota telah beroperasi di Thailand selama lebih dari 60 tahun. Namun, Toyota sebagai produsen mobil terbesar di dunia, telah dikritik karena menjual kendaraan listrik dalam jumlah yang relatif sedikit, tetapi keputusannya untuk fokus pada kendaraan hybrid telah membuahkan hasil secara finansial.
Perusahaan tersebut baru-baru ini memangkas target produksi kendaraan listriknya untuk tahun 2026 hingga sepertiganya. Awalnya, perusahaan menargetkan produksi 1,5 juta kendaraan listrik pada 2026, tetapi sekarang akan menargetkan produksi sekitar 1 juta saja.
Pada tahun fiskal hingga 31 Maret 2024, Toyota menjual rekor 10,3 juta mobil di seluruh dunia. Mobil hybrid menyumbang 3,5 juta unit, naik 31 persen dari tahun sebelumnya.
Teruntuk di Indonesia saat ini, harga mobil hybrid yang dijual kurang kompetitif jika dibandingkan dengan harga yang dipatok di Thailand.
Sebut saja Toyota Yaris Cross Hybrid yang dijual mulai dari 789 ribu Baht atau setara Rp 352 jutaan. Sementara di Indonesia, harganya berbeda sekitar Rp 100 jutaan dengan tembus Rp 440 juta.
Tak hanya itu, mobil hybrid juga akan dikenakan PPnBM sebesar 15 persen dari dasar pengenaan pajak di Indonesia. Besaran dasar pengenaan pajak tersebut nilainya bervariasi 40-80 persen dari harga jual. Hal ini bergantung dengan kapasitas mesin, konsumsi BBM, dan emisi yang dikeluarkan.