
Publikasi hasil uji tabrak mobil listrik Neta V. (ASEAN NCAP)
JawaPos.com - Neta Auto Indonesia (Neta) membeberkan sejumlah strategi menghadapi persaingan pasar otomotif Indonesia di tahun 2025. Neta berancang-ancang bakal menghadirkan model baru serta menambah jaringan diler.
”Kami akan meluncurkan dua model baru untuk memenuhi pasar di tahun depan,” ujar Managing Director PT Neta Auto Indonesia Peter Zhang di Jakarta, Kamis (19/12).
Dari gambar siluet yang ditampilkan, terdapat dua model SUV. Tidak disebutkan secara rinci detail kedua model tersebut, namun Neta menyebut keduanya merupakan model kendaraan elektrifikasi.
Peter menegaskan bahwa kedua model baru tersebut akan diproduksi secara lokal di fasilitas milik PT Handal Motor Indonesia (HMI). Guna menunjang penetrasi pasar yang lebih masif, Neta juga bakal menambah jaringan dealer yang jumlahnya mencapai puluhan outlet.
”Akhir bulan ini kami akan menandatangani kerja sama dengan mitra kami untuk menambah 20 outlet di 2025,” urai Peter.
Di kesempatan yang sama, Neta Indonesia juga mengomentari hasil buruk Neta V dalam uji tabrak yang dilakukan ASEAN NCAP. Mereka mengaku kecewa dengan hasil tersebut.
"Terkait hasil uji tabrak Neta V dari (ASEAN) NCAP, terus terang kami kecewa," ujar Peter.
Neta menegaskan setiap produknya telah melewati proses pengembangan dengan memerhatikan aspek keselamatan penggunanya sebelum resmi dipasarkan secara luas ke pasar.
Namun dengan ditemuinya hasil yang kurang memuaskan, pihaknya akan mengevaluasi demi menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik lagi.
”Neta saat melakukan pengembangan mobil, tentunya memperhatikan keselamatan dari pengguna. Ke depannya, kami akan lebih fokus lagi, khususnya pada Neta V-II dan Neta X. Akan dibuat lebih baik lagi,” terangnya.
Neta Indonesia sendiri saat ini sudah tidak meniagakan Neta V. Mereka saat ini hanya menjual Neta V-II yang telah dibekali teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS).
Sebagai informasi Neta V secara keseluruhan nilai yang didapat uji tabrak Neta V hanya 28,55 poin, dengan rincian 7,89 poin untuk kategori Perlindungan Penghuni Dewasa (AOP), 13,51 poin untuk Child Occupant Protection (COP), 7,14 poin untuk Safety Assist (SA), dan 0,00 poin untuk kategori Keselamatan Pengendara Sepeda Motor (MS).
Karena ada penilaian yang mendapatkan poin 0, maka ASEAN NCAP tidak memberikan sama sekali bintang dari 5 bintang yang tersedia
Hasil yang tidak memuaskan ini pastinya membuat gusar konsumen Indonesia yang sudah membeli unit tersebut.
Bahkan konsumen yang berencana membeli produk Neta pastinya akan berpikir terkait fitur yang diberikan tidak mampu memberikan perlindungan keselamatan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
