JawaPos.com - Banyak jenis teknologi mesin mobil hadir saat ini. Selain mobil bermesin pembakaran konvensional, ada mobil hybrid dan full baterai atau Electric Vehicle (EV). Namun dari masing-masing produk tadi ada teknologi lainnya yang masing-masing merek, punya penamaan sendiri.
Hal ini kemudian membuat masyarakat bingung. Misalnya teknologi e-POWER pada mobil All New Nissan Serena. Banyak yang bertanya-tanya, apakah mobil tersebut termasuk mobil hybrid?
Jawabannya iya. Nissan Serena e-POWER termasuk mobil hybrid. Nissan Serena e-POWER termasuk mobil yang menggunakan gabungan mesin bensin dan tenaga penggerak listrik. Makanya masuk ke kategori mobil hybrid.
Cara kerjanya, Nissan Serena e-POWER menggunakan mesin bensin sebagai generator untuk mengisi baterai, sementara motor listrik menggerakkan roda depan. Mobil ini memiliki baterai lithium-ion berkapasitas 1,769 kWh.
Serena e-POWER diklaim memberikan torsi maksimal yang mencapai 315 Nm dan limpahan tenaga puncak hingga 163 PS. Dengan mengisi penuh bahan bakar, MPV 7-seater ini mampu menempuh jarak jauh tanpa perlu kekhawatiran mengenai tersedianya SPKLU dalam perjalanannya.
Pada teknologi Nissan e-POWER, roda-roda mobil digerakkan oleh motor yang didukung tenaga listrik. Jika dibandingkan dengan sistem hybrid, e-POWER tidak menghubungkan mesin bensin dengan roda-roda mobil. Sebaliknya, mesin bensin hanya digunakan untuk mengisi baterai mobil karena bensin telah diubah menjadi daya listrik melalui generator.
Teknologi Nissan e-POWER sendiri bekerja menyesuaikan keadaan berkendara. Mobil yang dilengkapi teknologi ini memiliki cara kerja berkendara seperti saat berkendara normal, maka sistem penggerak mobil akan disokong motor elektrik bertenaga baterai. Hasilnya, suara mesin terdengar lebih tenang dan halus.
Kemudian saat memperlambat laju. Ketika pedal gas dilepaskan, maka laju kendaraan pun akan berkurang secara perlahan. Kemudian, sistem regenerasi akan mengambil alih dan menghasilkan listrik dari motor elektrik sekaligus mengisi kembali daya baterai. Hal ini menjadi keunggulan Nissan Kicks e-POWER yang bisa mengurangi penggunaan bahan bakar.
Terakhir jika Anda menginjak pedal gas dan berakselerasi, maka baterai akan mengalirkan tenaga listrik yang disimpan motor elektrik untuk menggerakkan mobil.
Kecepatan konstan: Ketika daya baterai melemah, maka mesin dan generator akan otomatis menghasilkan tenaga listrik yang tersimpan di dalam baterai.
Nissan e-POWER merupakan teknologi yang membuat motor 100 persen digerakkan oleh tenaga listrik. Untuk menciptakan e-POWER, Nissan menggabungkan mesin bensin 3-silinder yang berukuran 1,2 liter, generator, inverter, serta sebuah motor elektrik.
Perpaduan antara generator dengan mesin ICE (Internal Combustion Engine) kemudian akan menghasilkan listrik yang dialirkan menuju baterai lithium-ion. Baterai selanjutnya akan menyimpan listrik sebelum disalurkan ke motor listrik untuk memberi daya meski tanpa proses recharging dari luar.