
Ilustrasi pengecekan ban yang penting dilakukan saat musim hujan. (Istimewa)
JawaPos.com – Ban menjadi satu-satunya komponen pada kendaraan, termasuk mobil yang menempel dengan aspal. Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan kondisi ban demi keselamatan berkendara.
Apalagi saat ini sudah masuk musim hujan, cengkeraman ban ke aspal tentu sedikit berkurang jika dibandingkan saat kering. Jika tidak teliti, ban ini bisa jadi komponen yang paling membahayakan saat musim hujan datang.
Ban sendiri memiliki alur tapak yang berfungsi untuk menyibak air yang ada di permukaan aspal. Namun sayangnya, masih ada pemilik kendaraan yang kurang waspada soal kondisi bannya.
Misalnya selama ban masih bulat dan tidak kempis, maka mobil akan dianggap aman-aman saja untuk dikemudikan. Padahal kedalaman alur tapak ban juga harus diperhatikan.
Alur tapak ban terus berkurang seiring digunakannya kendaraan. Jika tapak ban sudah tidak dalam lagi, tentu akan berbahaya karena kemampuan mengalirkan airnya berkurang dan bisa mengakibatkan kecelakaan.
Untuk mengecek kedalaman alur tapak ban, bisa dilihat lewat tread wear indicator (TWI). TWI ini posisinya ada di dasar alur ban. Ketika sudah menyentuh batasnya atau sudah tipis, maka sebaiknya ban diganti karena sudah berkurang kemampuannya untuk melibas jalanan basah.
Ban mobil yang tipis, atau sering disebut dengan ban aus, berarti permukaan tapaknya sudah tidak lagi setebal semula. Tapak ban berfungsi untuk memberikan traksi atau cengkraman yang kuat pada permukaan jalan.
Ketika tapak ban tipis, kemampuan ban untuk mencengkeram jalan akan menurun, terutama pada permukaan jalan yang licin akibat hujan.
Ban yang tipis memiliki tapak yang lebih sedikit untuk mencengkeram jalan. Saat jalan basah, traksi ban menurun drastis, yang berarti mobil lebih mudah tergelincir saat pengereman atau berbelok.
Kemudian, ban tipis juga meningkatkan risiko aquaplaning. Aquaplaning adalah kondisi di mana ban tidak bisa memecah genangan air di jalan, sehingga mobil melayang di atas air.
Ban mobil yang tipis tidak memiliki kedalaman tapak yang cukup untuk mengalirkan air, yang meningkatkan risiko aquaplaning, terutama di kecepatan tinggi.
Saat jalan basah, jarak pengereman mobil dengan ban yang sudah tipis menjadi lebih panjang. Ini dapat membahayakan keselamatan, terutama jika anda harus berhenti mendadak.
Terakhir, dilansir dari Honda Sukun Malang, ban yang sudah tipis membuat mobil lebih sulit dikendalikan, terutama saat melaju di jalan licin atau berlubang. Anda bisa kehilangan kendali atas mobil, yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
