Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Agustus 2024 | 21.27 WIB

4 Efek Negatif Pemakaian Ban Bekas untuk Mobil, Disarankan untuk Dihindari

Sering kita jumpai ban mobil tiba-tiba benjol, Kenali penyebabnya. - Image

Sering kita jumpai ban mobil tiba-tiba benjol, Kenali penyebabnya.

JawaPos.com - Ban merupakan komponen penting dalam setiap kendaraan. Baik mobil dan sepeda motor. Ketika tiba waktunya, pemilik mobil berusaha mencari pilihan mengganti ban.

Ada pula yang berkembang di sebagian kalangan pengemudi yang memahami bahwa membeli ban bekas lebih irit. Tapi tunggu dulu, apa benar?

Setiap pemilik mobil memiliki banyak pertimbangan setiap mengganti mobil. Mulai dari kualitas, keunggulan, hingga harga.

Lantas, amankah membeli ban mobil bekas? Dilansir Dunlop Indonesia, mengganti ban mobil dengan ban bekas memiliki banyak kerugian daripada untungnya. Penggunaan ban bekas bakal berdampak pada performa mobil dan keamanan saat berkendara.

Berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli ban bekas untuk mobil.

1. Harga Murah Menggiurkan

Beli ban mobil bekas memang memiliki keuntungan tersendiri. Alasan utamanya harga yang relatif lebih murah dan miring bila dibandingkan dengan membeli ban mobil kondisi baru. Selisihnya bisa mencapai 50 persen lebih murah daripada ban dengan kondisi baru.

Para pemilik mobil memilih ban bekas karena dinilai lebih hemat, khususnya untuk kendaraan yang berukuran besar seperti truk atau bus.

Harga ban mobil baru untuk truk dan bus memang lebih mahal bila dibandingkan dengan harga ban mobil standar yang memiliki ukuran lebih kecil. Maka dari itu, tak heran bila banyak orang membeli ban bekas.

2. Tidak Jelas Riwayatnya

Kendati harganya murah yang menjadi keuntungan membeli ban mobil bekas, kerugiannya yakni harus bertaruh dengan kondisi ban. Sebab, Anda tidak mengetahui riwayat pemakaian ban tersebut sebelumnya. Baik mengenai usia pemakaian ban maupun beban pada mobil sebelumnya.

Apabila beban mobil cukup berat, tentu akan berpengaruh pada tingkat keausan ban meskipun telah dipasang “daging” baru berupa karet tambahan. Tak hanya dari beban kendaraan sebelumnya saja, ada juga faktor lain, yakni sejauh mana kendaraan dan ban tersebut telah digunakan.

Apabila ban sudah digunakan untuk perjalanan jauh dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi ban mobil bekas cenderung lebih tipis. Tentu ini dapat berpengaruh pada daya cengkeram mobil terhadap aspal.

Menurunnya daya cengkeram juga bisa jadi penyebab pecahnya ban pada saat kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi. Hal ini jelas bisa berakibat fatal bagi pengemudi dan penumpang, ngeri.

3. Rentan Benjol

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore