Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juli 2024 | 15.49 WIB

Alasan BBM Jenis Pertalite Nggak Dianjurkan untuk Mesin Mobil Masa Kini

Ilustrasi: Mesin mobil modern. (Auto Deal). - Image

Ilustrasi: Mesin mobil modern. (Auto Deal).

JawaPos.com - Kembali ramai soal aturan pembatasan aturan penggunaan BBM jenis Pertalite bagi beberapa jenis kendaraan, motor dan mobil, sesuai dengan cc atau kubikasi mesin yang digendongnya. Wacana ini sejatinya sudah lama tarik-ulur, namun tak jelas juntrungannya.
 
Untuk mobil, khususnya jenis mesin modern yang banyak beredar saat ini, terlepas dari aturan pembatasan BBM bersubsidi jenis Pertalite, memang kebanyakan sudah tidak lagi dianjurkan menenggak jenis BBM tersebut. Alasannya jelas karena teknis mesin yang sudah lebih mutakhir, menuntut BBM dengan emisi gas buang rendah.
 
Dilansir dari MyPertamina, menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang sesuai dengan jenis mobil adalah hal yang penting untuk dilakukan. Selain dapat mengoptimalkan tenaga yang dihasilkan kendaraan, hal ini juga dapat menjaga kesehatan mesin agar tetap tahan lama.
 
 
Akan tetapi, masih banyak orang yang memilih BBM yang paling ekonomis, meskipun tidak semua kendaraan disarankan menggunakan pilihan tersebut.
 
Lantas, mengapa Anda harus memilih BBM yang sesuai dengan jenis kendaraan? Gampangnya begini, tidak sembarang jenis minyak dapat dijadikan bahan bakar. Salah satu penyebabnya adalah nilai oktan atau yang dikenal juga sebagai RON (Research Octane Number). 
 
Pada dasarnya, RON mengacu pada mutu yang dimiliki bahan bakar. Semakin tinggi oktan yang dimiliki, maka akan semakin optimal juga tingkat kompresi dan tenaga yang dihasilkan.
 
Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki kendaraan pribadi, cari tahu kebutuhan RON kendaraan Anda. Pada dasarnya, hampir semua kendaraan terkini cocok dan direkomendasikan menggunakan RON yang lebih tinggi untuk menjaga performa mesin kendaraan, seperti Pertamax dengan RON 92.
 
Kendaraan pribadi khususnya mobil sangat disarankan menggunakan Pertamax karena dapat membersihkan mesin dan menjaganya agar bebas karat. Berkat RON Pertamax atau BBM sejenisnya dari swasta yang lebih tinggi, mesin mobil akan terjaga dari pengendapan kotoran.
 
 
Jika dilihat selama jangka panjang, tentu Anda jadi lebih menghemat. Hal ini karena Anda nantinya tidak perlu pergi ke bengkel untuk membenahi mesin yang rusak karena penggunaan BBM yang tidak sesuai jenis mobil.
 
Selain itu berkenaan dengan emisi gas buang. Emisi yang dihasilkan pada BBM yakni karbon monoksida (CO), oksida nitrogen (NOx), serta Hidrokarbon (HC). Masing-masing emisi tersebut dapat menghasilkan berbagai dampak. 
 
Karbon monoksida dapat sebabkan pusing, sakit kepala, hingga sakit jantung jika terpapar oleh tubuh selama jangka panjang. Kemudian, nitrogen oksida bisa menimbulkan gangguan pernapasan. Sedangkan untuk hidrokarbon, Anda bisa merasakan dampak yang sangat mematikan, yakni kanker. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi emisi lingkungan tersebut?
 
Pada dasarnya, menjaga lingkungan membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk Anda sebagai pemilik kendaraan. Maka dari itu, Anda pun perlu menjalankan peran tersebut dan menggunakan BBM dengan emisi lebih rendah, yakni Pertamax atau sejenisnya di pasaran dengan RON setara.
 
Demikian alasan kenapa mesin mobil masa kini disarankan menggunakan BBM jenis Pertamax dan bukan Pertalite. Sebabnya adalah karena kebutuhan mesin itu sendiri, dan emisi gas buang yang dihasilkan mesin mobil saat ini juga beda dengan dulu.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore