Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 April 2024 | 23.16 WIB

Nggak Cuma yang Pacaran, V-Belt Motor Matic Juga Bisa Putus, Ini 5 Tanda-tandanya

Ilustrasi: V-Belt motor matic bisa putus seiring usia pakai. (Suzuki) - Image

Ilustrasi: V-Belt motor matic bisa putus seiring usia pakai. (Suzuki)

JawaPos.com - Hampir semua bikers pasti sudah tahu kalau skuter matik atau skutik tidak menggunakan rantai untuk menggerakkan roda. Sebagai gantinya, skutik yang saat ini penjualannya mendominasi industri roda dua di Tanah Air memiliki van belt atau v-belt sebagai penghantar tenaga dari mesin ke penggerak roda.
 
Teknisnya begini, v-belt adalah suku cadang yang menggerakkan puli depan ke puli belakang atau menggerakkan roda seperti rantai. Nah, v-belt ini berfungsi sebagai menjadi penyalur tenaga dari mesin ke roda.
 
Sama seperti rantai, komponen tersebut memiliki usia pakai. Maka itu, dalam perawatan motor skutik harus rutin memperhatikan pemakaian v-belt dan rutin menggantinya jika sudah kena usia pakainya. Jika tidak, bisa saja v-belt atau biasa juga disebut fan belt motor putus saat dipakai.
 
 
Tentu saja itu bisa membuat kendaraan tak mau berjalan dan tidak bisa dipakai, dan yang lebih parahnya bisa membahayakan bikers itu sendiri. Maka dari itu kita harus kenali tanda-tanda v-belt yang akan putus.
 
Dilansir dari Astra Honda, ada beberapa cara paling mudah untuk mengenali v-belt yang akan putus. Berikut selengkapnya.
 
 
Muncul Bunyi pada Boks CVT
 
Akan muncul bunyi pada bagian boks CVT yang akan terdengar pada saat akselerasi awal. Selanjutnya, akan terdengar bunyi seperti decitan pada bagian CVT sesaat setelah motor akan dijalankan. 
 
Jika kondisi semakin parah, Anda akan mendengar suara bising. Sebab, ada gesekan antara fanbelt motor dengan komponen pulley, generator, alternator, kompresor, atau pompa air.
 
Tarikan Berat dan Kasar 
 
Tarikan pada motor akan terasa kaku dan kasar jika. Umumnya, tarikan motor yang masih normal akan terasa halus dan lancar. Sedangkan jika v-belt akan putus, tarikan motor akan terasa keras seperti baru keluar dari rendaman air banjir. 
 
Salah satu cara mengeceknya adalah dengan merasakan apakah tarikan tersendat ketika menarik gas dari rendah menuju tinggi atau dari posisi mati ke posisi jalan.
 
 
Performa dan Kecepatan Menurun
 
Tanda berikutnya adalah performa dan kecepatan motor menurun drastis. Meskipun dapat berjalan dan jarum speedometer menunjukkan tinggi, tetapi kecepatan tidak bertambah.
 
Dalam kondisi v-belt yang longgar, performa komponen akan menurun dan menyebabkan perpindahan tenaga yang tidak efisien dari poros penggerak dan poros beban. 
 
Pada saat motor berada di kecepatan tinggi, jalan akan terasa sulit dan tidak mulus. Dalam hal ini akan muncul rasa seperti kampas kopling sudah mencapai titik penghabisan dan RPM akan mengalami kenaikan sebentar tetapi kecepatan motor tidak mengalami penambahan. 
 
Vibrasi Berlebih
 
Tanda lain yang juga sering dijadikan patokan untuk mengetahui kondisi v-belt adalah dengan mendeteksi adanya getaran atau vibrasi berlebih pada motor. Namun, getaran pada motor yang disebabkan oleh v-belt tidak bisa dijadikan patokan utama karena getaran bisa hilang setelah beberapa saat.
 
 
Boros BBM
 
Terakhir, sebagai contoh, salah satu tanda v-belt harus diganti adalah ketika bahan bakar boros, tetapi tarikannya lemot. Tidak seperti motor gigi, motor matic memiliki v-belt yang dapat melar atau kendur sehingga tarikan berkurang.
 
Dengan kondisi v-belt yang kendur, tarikan tidak maksimal meskipun RPM sudah tinggi. Akibat lainnya, konsumsi bahan bakar akan menjadi lebih tinggi karena pengendara akan cenderung lebih banyak menarik gas.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore